Terkini, Makassar – Gelombang panas terus melanda Kota Makassar dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar mengkonfirmasi bahwa suhu udara di wilayah ini masih berada di angka 35 derajat Celsius.
“Kemarin, suhu maksimum di Makassar dan sekitarnya masih terpantau 35 derajat Celsius. Ini masih tergolong normal untuk kondisi puncak musim kemarau seperti saat ini,” ujar Asriani Idrus, Prakirawan BMKG Makassar, Senin, 9 September 2024.
Menurut Asriani, kondisi cuaca panas ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang.
“Agustus memang puncak musim kemarau. Jadi, wajar jika suhu udara cukup tinggi. Kami memperkirakan musim hujan baru akan tiba pada akhir Oktober,” jelasnya.
Kondisi Berbeda di Tiap Wilayah
- Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
Kondisi cuaca di Sulawesi Selatan terbilang beragam. Jika di wilayah bagian barat, selatan, dan timur tengah mengalami kemarau panjang, wilayah bagian utara seperti Enrekang, Luwu, dan Toraja masih sering diguyur hujan.
“Perkiraan datangnya musim hujan pun berbeda-beda di setiap wilayah. Jika di bagian barat, selatan, dan timur diperkirakan baru akan memasuki musim hujan pada akhir tahun ini, di bagian timur bahkan diperkirakan baru akan memasuki musim hujan pada awal tahun depan,” tambah Asriani.
Potensi Kekeringan dan Imbauan
Kondisi kemarau panjang ini berpotensi menimbulkan kekeringan, terutama di wilayah barat Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Takalar, Gowa bagian barat, sebagian Maros, sebagian Makassar, dan sebagian wilayah Pangkep.
Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kesehatan dengan mengonsumsi banyak air putih dan menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
“Suhu paling panas di pesisir Sulawesi Selatan bisa mencapai 36 derajat Celsius. Kondisi ini memang normal jika kita lihat dari data-data tahun sebelumnya. Namun, masyarakat tetap harus waspada dan mengantisipasi dampak dari cuaca panas ini,” pungkas Asriani.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
