Terkini, Makassar – Kekeringan mulai mengintai Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar tak tinggal diam dan langsung menyiapkan berbagai program untuk menghadapinya. Salah satu langkah konkritnya adalah dengan menambah 15 unit sumur bor baru tahun ini.
“Sekarang sudah ada 10 sumur bor baru, tahun ini kita tambah 15 sumur bor lagi,” ujar Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Sumur-sumur bor ini akan disebar di berbagai titik, terutama di wilayah yang kerap dilanda kekeringan. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di tengah musim kemarau yang diperkirakan akan panjang.
Danny mengakui, daerah utara kota sudah mulai terdampak kekeringan. Jika kondisi ini terus berlanjut, Pemkot Makassar akan mengambil langkah tegas untuk menangani krisis air bersih.
“Kira akan gunakan motor viar, dimobilisasi pakai tangki untuk distribusi,” terangnya.
- OJK Sulselbar Pacu Akselerasi Akses Keuangan Sektor Kakao di Sulawesi
- Makassar Tuan Rumah Rakernas II ASITA 2026, Wawali Aliyah Mustika Ajak Perkuat Kolaborasi Pariwisata
- Gubernur Sulsel Dorong Kabupaten/Kota Terapkan Sistem Manajemen Talenta Full bagi ASN
- SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Berikut Jadwal Lengkapnya
- Pemkot Makassar Perkuat UMKM Lewat Literasi dan Inklusi Keuangan TPAKD
Ia menambahkan, Makassar mengalami kenaikan suhu 1,2 derajat Celcius. Hal ini menjadikan Makassar sebagai salah satu dari tiga kota di Indonesia dengan suhu panas tidak biasa akibat perubahan iklim.
“Terjadi anomali, Makassar naik 1,2 derajat,” ujarnya.
Dampak kekeringan tak hanya terbatas pada krisis air bersih. Gangguan listrik pun diprediksi akan terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Makassar akan menerapkan program satu sekolah satu panel surya.
Selain itu, Pemkot Makassar juga akan menyiapkan Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Beni Iskandar, menyampaikan bahwa pasokan air bersih masih dalam kategori belum mengkhawatirkan.
“Pasokan air bersih kita di Makassar belum mengkhawatirkan, debit air memang berkurang tapi hanya sebagian di utara kota yang terdampak,” ucap Beni Iskandar.
Penurunan debit air dari Bendung Lekopaccing yang menyuplai air baku di IPA 2 Panaikang menjadi penyebabnya. Hal ini diakibatkan oleh cuaca panas dan intensitas hujan yang masih sangat jarang.
“Berhubung cuaca (panas) hujan berkurang, sumber air baku kita dari Lekopaccing yang menyuplai air baku di IPA 2 Panaikang, itu berkurang,” jelasnya.
Meskipun demikian, Pemkot Makassar terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
