Terkini.id, Jakarta – Konflik India dan China di perbatasan tampaknya belum selesai juga. Selain sama sama mengirimkan jet tempur, Pemerintah China pada Sabtu pagi, 5 September 2020, menyatakan India “sepenuhnya” bertanggung jawab atas konflik perbatasan di Himalaya.
Melansir dari NDTV, pemerintah China menyatakan negaranya tidak akan kehilangan “satu inci pun wilayahnya.”
India kemudian segera menanggapi pernyataan ini dan Menteri Pertahanan Rajnath Singh mengatakan bahwa tindakan China, termasuk “mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar, berperilaku agresif dan berusaha mengubah status quo secara sepihak”, menyalahi kesepakatan bilateral.
“Penyebab dan fakta ketegangan di perbatasan China-India sudah jelas, dan tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak India. China tidak bisa kehilangan satu inci pun wilayahnya,” kata China dalam penyataan mereka, dikutip dari NDTV.
China juga mengatakan angkatan bersenjatanya mampu, percaya diri, dan bertekad menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah.
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
- Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
- Bupati Sidrap Turun Tangan Tata Kawasan Monumen Ganggawa, Jadi Ruang Publik dan Pusat Ekonomi
- Wuling Eksion Resmi Meluncur di Makassar, SUV 7-Seater EV dan PHEV Pertama untuk Keluarga Modern
Selain itu, China meminta India untuk “bersungguh-sungguh menerapkan kesepakatan penting yang dicapai oleh Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi dan mendesak untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan dan perundingan”.
Kementerian Pertahanan India menganggapinya dan berkata bahwa India juga “bertekad melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya”, kendati demikian, mendesak China untuk tidak meningkatkan eskalasi dan mengatakan pihaknya ingin China bekerja sama dengan India…”
Selain itu, kementerian tersebut mengatakan kedua belah pihak harus meneruskan diskusinya, termasuk melalui jalur diplomasi dan militer, agar bisa mengembalikan perdamaian dan ketenteraman di sepanjang garis perbatasan.
Pernyataan kedua belah pihak itu muncul setelah pertemuan tingkat tinggi antara India dan China digelar di Moskow, Jumat (4/9/2020).
Ini adalah pertemuan politik secara tatap muka yang tertinggi sejak situasi di perbatasan memanas pada Mei lalu.
Sebelum bertemu dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan perdamaian dan keamanan memerlukan iklim kepercayaan, nonagresi, dan penghormatan terhadap aturan internasional.
PresidenAmerika Serikat(AS)Donald Trumppada Jumat, 4 Seotember 2020, mengatakan AS siap membantu menyelesaikan konflik antaraIndiadanChinaterkait perbatasan di Himalaya barat.
Trump juga berkata kepada wartawan bahwa situasi saat ini “sangat buruk”.
Kedua pihak mengerahkan pasukan tambahan di sepanjang area perbatasan setelah pertempuran pada Juni lalu yang menewaskan 20 tentaraIndia.
Rajnath Singh melalui akun Twitter miliknya bercuit bahwa pertemuan itu berlangsung selama 2 jam dan 20 menit, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Sebuah sumber pemerintah AS berkata kepadaReutersdi Washington bahwa AS menilaiChinadanIndiatidak ingin melanjutkan perselisihan hingga menjadi perang.
Trump dalam sebuah keterangan singkat di Gedung Putih mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan kedua negara itu mengenai apa yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan ketegangan.
“Kami siap membantu terkaitChinadanIndia. Jika kami bisa melakukan sesuatu, kami ingin sekali terlibat dan membantu,” kata dia dikutip dariReuters.
Trump sudah pernah menawarkan diri sebagai penengah antaraChinadanIndia.
Namun, China mengatakan tidak perlu pihak ketiga sebagai penengah dan India juga tidak tertarik pada ide tersebut.
Sementara itu,IndiadanChinapada Sabtu, (5/9/2020), mengatakan bersedia bekerja sama untuk mengurangi ketegangan di perbatasan yang disengketakan.
Keduanya menyetujui bahwa “tak ada pihak yang harus mengambil tindakan lebih lanjut yang bisa memperunyam situasi atau memperluas masalah di wilayah perbatasan”, kata Menteri PertahananIndiaitu.
Sementara itu, Wei mengatakan kedua pihak harus memajukan perdamaian dan kestabilan dan bekerja untuk mendinginkan situasi yang memanas.
Namun, dia berkata bahwa tanggung jawab dari ketegangan belakangan ini terletak “sepenuhnya padaIndia”.
China memintaIndiauntuk menguatkan kendali atas pasukan garis depannya dan menahan diri dari tindakan provokatif
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
