Manfaatkan Waktu LFH, Milenial Polbangtan Ingin Bangun Startup, Sempatkan Belajar di Green Farm Hydroponik

Mahasiswa Polbangtan Gowa Belajar Agribisnis Hidroponik

Mahasiswa Politeknik Pembanguan Pertanian (Polbangtan) Gowa Zahy Muqayyimatul Hukma jurusan penyuluhan pertanian berkunjung ke green farm hidroponik milik pelaku usaha tani pak Arsyad yang berlokasi di Kecematan Rappocini Kota Makassar,. kamis (14/05)

Makassar bisa dijadikan sebagai salah satu percontohan dalam membanguun pertanian terintegrasi berbasis green house. menurut Zahy Muqayyimatul Hukma kegiatan pendampingan ini bisa belajar untuk membuka usaha agribisnis, apalagi saya sudah mempelajarinya di tingkat 2 dengan memadukan mata kuliah saya saat ini yaitu studi kelayakan usaha dan penjaminan mutu, sehingga saya bisa dengan mudah kedepannya membuat usaha agribisnis ini. Adapun beberapa tanaman yang ditanam yaitu terbagi atas 3 tanaman sayur-sayuran seperti pakcoi, selada, kale, bayam, kangkung, cabai, tomat. Tanaman herbal, seperti basil, parsleylemon, balm. Dan tanaman hias

Dalam melaksanakan programnya, Kementerian Pertanian bersinergi dengan Politeknik Pembanguan Pertanian (Polbangtan) yang ada di Indonesia. Dalam hal ini Polbangtan Gowa menyiapkan alumninya sebagai sumber daya manusia yang handal dan kompetitif untuk dicetak menjadi petani milenial yang berjiwa pengusaha.

Berbicara tentang petani milenial, dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin limpo, menyinggung peran petani milenial dalam pengelolaan pertanian saat ini.

Syahrul Yasin limpo Mengatakan “Pertanian yang dibutuhkan saat ini adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,”

Baca juga:

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Metode pemasaran yang digunakan, memasok produk ke kafe dan restaurant, selain itu penjualannya juga lewat beberapa media sosial lalu diantarkan,”
ucap Arsyad, salah seorang pengelola. (ONO)

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar