Mantan Hakim Bunuh Anjing Miliknya Pakai Palu cuma Karena Sering Diikuti

Terkini.id, Jakarta – Seorang mantan hakim di Inggris divonis bersalah karena telah membunuh anjing peliharaannya sendiri menggunakan palu dan membuangnya ke sungai.

Mantan hakim tersebut mengakui perbuatannya membunuh anjing miliknya lantaran kesal setelah selalu diikuti dan diserang oleh anjing peliharaannya itu.

Kasus tersebut bermula dari temuan jasad anjing peliharaan berusia enam tahun yang hanyut di Sungai Tyne pada 6 Desember tahun lalu, dengan tali jemuran melilit di lehernya.

Anjing itu diketahui kemudian adalah milik Melvyn Hall (71), seorang mantan hakim. Polisi menemukan pemilik anjing itu dari chip pengenal yang ada pada tubuh anjing itu.

Menurut Inspektur RSPCA, Rowena Proctor, kecurigaan akan kematian anjing bernama Molly itu muncul saat ditanya Hall berulang kali mengubah ceritanya.

“Saat petugas penyelamat menghubungi Hall, dia mengatakan bahwa anjingnya, Molly, akibat aneurisma (pembengkakan pembuluh darah) yang pecah dan telah diperiksa dokter hewan.”

“Tetapi dia tidak bisa mengingat nama dokter hewan itu, yang mulanya dia ulangi saat saya mengunjunginya keesokan harinya,” ujar Proctor.

“Namun saat wawancara berikutnya, dia berkata telah menemukan anjingnya mati saat kembali dari toko.”

“Dia kemudian mengaku telah memukul kepala anjingnya menggunakan palu, mencekiknya dengan tali jemuran, dan membuangnya ke Sungai Tyne,” ujar Proctor.

“Dia mengaku melakukannya karena kesal anjingnya selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi dan memukulnya saat anjing itu akhirnya menyerangnya.”

“Dia menunjukkan kepada saya di mana dia memukuli anjingnya, di kebunnya, dan memberikan palu yang dia gunakan kepada saya,” kata Proctor.

Nyonya Proctor menambahkan, dokter hewan mengatakan bahwa serangan yang dilakukan terhadap Molly oleh orang yang merawatnya kemungkinan telah menyebabkan tekanan dan akhirnya menjadi penderitaan saat anjing itu mendapat pukulan dari palu.

“Dokter kemudian mengatakan bahwa tali jemuran yang melilit leher Molly dan luka cekikan menunjukkan jika pemiliknya tidak yakin dengan kondisi anjingnya setelah dia memukulnya dengan palu,” kata Proctor menjelaskan.

Hadir di Pengadilan Teesside, pada Rabu 3 Juli 2019, Hall dijatuhi hukuman penjara 18 minggu, yang ditangguhkan selama satu tahun, setelah dia mengakui dua tuduhan menyebabkan penderitaan yang tidak perlu di bawah Undang-Undang Kesejahteraan Hewan.

Pengadilan juga memerintahkan agar Hall dilarang untuk memiliki segala jenis hewan perliharaan, kecuali ikan mas, dan harus membayar biaya pengadilan sebesar 1.000 poundsterling (sekitar Rp 17 juta).

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Astaga, 20 Ribu Ton Beras Dibuang

Perum Bulog menyatakan akan membuang 20 ribu ton cadangan beras pemerintah yang ada di gudang mereka. Nilai beras tersebut mencapai Rp160 miliar.Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri
Opini

Sang Muatiara Itu – 4

BIASANYA saya membagi kategori sunnah baik secara fungsional maupun secara substantif dalam kehidupan manusia kepada empat bagian. Sunnah dalam urusan teologi (akidah keimanan). Sunnah
Health

Maulina Moli

INILAH wanita paling bahagia saat ini: Maulina. Putri seorang jendral bintang tiga. Ibu seorang anak kecil. Pengusaha tas wanita.Yang membuatnyi sangat happy adalah ini:
Opini

Sang Mutiara Itu – 2

HUBUNGAN antara seorang Mukmin dan Rasulnya bukan hubungan biasa. Tapi hubungan di atas segalanya, setelah Allah SWT tentunya. Hal yang menjadikan banyak pihak terkejut-kejut
Opini

Harapan Baja Krakatau Steel

MASIHKAH ada harapan untuk Krakatau Steel?Tidak mudah.Tapi masih ada anak usaha KS yang labanya besar: pelabuhannya masih bisa laba Rp 200 miliar setahun.Pelabuhan itu
Opini

Teka-teki Skenario Akhir Demo di Hong Kong

TEKA-teki skenario akhir demo di Hongkong terjawab. Minggu malam lalu.Malam itu kelompok radikal kembali ke markas mereka: di The Hong Kong Polytechnic University. Jumlahnya