Azan Disamakan Anjing, Publik: Dia Lahir Gak Diazanin Tapi Digonggongin

Terkini.id, Jakarta – Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut yang membandingkan antara suara azan dengan gonggongan anjing, menuai sorotan publik.

Pernyataan Gus Yaqut yang membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing itu, ia sampaikan saat tengah diwawancara awak media belum lama ini.

Sontak, video wawancara Yaqut tersebut beredar luas di media sosial dan menuai kegeraman publik Tanah Air.

Baca Juga: Berani Sindir Keras Aparat, Netizen: Polisi Anjing Penikmat Lendir Selangkangan

Adapun Gus Yaqut dalam tayangan video itu, awalnya mengaku tidak melarang rumah ibadah umat Islam untuk menggunakan toa atau pengeras suara.

“Kita tahu itu syiar agama Islam, silahkan gunakan toa tapi tentu harus diatur. Diatur bagaimana volumenya tidak boleh keras, maksimal 100 desibel,” kata Gus Yaqut.

Baca Juga: Tidak Terima Disebut Lebih Cerdas dari Jokowi, Netizen Serang Anies...

Ia pun lantas mencontohkan suara toa masjid itu dengan dengan suara anjing yang menggonggong secara bersamaan.

“Contohnya lagi, misalkan tetangga kita kiri dan kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan kita terganggu gak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi ganggu,” tuturnya.

Terkait hal itu, salah seorang netizen pun membagikan video seorang pria yang menyindir keras pernyataan soal suara azan dibandingkan dengan gonggongan anjing itu.

Baca Juga: Tidak Terima Disebut Lebih Cerdas dari Jokowi, Netizen Serang Anies...

Dalam narasi unggahannya, netizen pengguna Twitter BossTemlen itu mempertanyakan kepada ulama kharismatik Gus Mus terkait pernyataan pria dalam video yang ia bagikan tersebut.

“Apa bener Pak Kyai gusmusgusmu?,” cuit sang netizen, sembari membagikan video pria paruh bata itu.

Dilihat dari video unggahan netizen itu, tampak seorang pria paruh baya dengan menggunakan mic melontarkan sindiran keras terhadap pihak yang menyamakan suara azan dengan gonggongan anjing.

Menurutnya, pihak yang menyamakan suara azan dengan gonggongan anjing itu saat lahir tidak diazankan melainkan digonggongin.

“Orang yang nyamain suara azan dengan suara anjing mungkin waktu lahir dia gak diazanin, tapi digonggongin. Guk, guk!,” ujarnya.

Bagikan