Mari Jadikan Momentum Sumpah Pemuda Merekah di Dada dan Pengobar Semangat

Mari Jadikan Momentum Sumpah Pemuda Merekah di Dada dan Pengobar Semangat

Ismi Hehamahua
Redaksi

Tim Redaksi

terkini.id-Makassar, Sumpah pemuda merekah di dada menjadi pengobar semangat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku ( P3E SUMA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK)  Dr.Darhamsyah pada sesi ke-2 pada Dialog Smart Eco Life yang dilangsungkan di Smart FM Makassar pada Selasa, (26/10/2021).

Menilik bunyi naskah teks asli rumusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Naskah orisinil diabadikan menggunakan ejaan Van Ophuijsen .

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Baca Juga

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Adapun untuk bunyi tiga keputusan kongres dalam Ejaan Bahasa Indonesia (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, PUEBI) saat ini yakni,

Pertama:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.

Kedua:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

“Terinspirasi dari Tanaman Kecil di Bebatuan kita  jadikan Sumpah Pemuda merekah di dada,”ujar Dr.Darhamsyah yang juga penulis Buku Enjoy Life with Eco Life ini.

Melihat tanaman kecil yang semula tumbuh di celah bebatuan, lambat laun tanpa terasa tumbuhan tersebut kemudian menjadi tumbuh besar dan memecahkan batu.

“Dalam konteks tentang semangat para  Pemuda, Ketika dia tumbuh dan berkembang menjadi besar maka sosoknya akan menjadi tumbuh , berkarya dan menghasilkan karya karya yang  besar,”beber salah satu 
Certified Eksekutif Coach Internasional  di Indonesia yang berada  di Kota Makassar ini.

“Tentunya akan memberikan manfaat  kebaikan kepada sekelilingnya, kepada  semua orang,”tambahnya.

Sehingga, Ayo kita tumbuhkan semangat para pemuda Ini untuk berkembang dan maju dalam menyikapi kehidupan.

“Momentum rangkaian Sumpah Pemuda ini, kita juga telah berkolaborasi ke kaum muda lewat sekolah,”jelas Kapus P3E SUMA.

“P3E SUMA telah melaksanakan program peduli lingkungan dari KLHK, ada namanya  Adiwiyata Dimana para unsur  penggeraknya itu adalah para pemuda dan pemudi itu sendiri,” ungkapnya.

Juga program greencampus yang banyak melibatkan para kaum muda itu sendiri.

Marilah kita bangga memiliki Tanah air yang satu , Tanah air Indonesia, yang notabene sangat berkaitan juga dengan hutan dan lingkungan serta manusia.

Sekarang ada juga namanya Forest Healing, Forest Coaching contohnya EcoCamp Taman Hutan Raya Juanda Bandung.

Hal ini menarik sekali, Ketika berada di alam bebas kemudian merasakan udara yang bersih, lalu melihat pepohonan, maka perasaan kita bisa tercover segar kembali.

Adapun pada naskah kedua, sumpah pemuda yakni, ‘Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yanng satu, bangsa Indonesia’.

Tidak ada yang lewat dari  kecintaan terhadap Nasionalisme kepada Bangsa kita sendiri, Bangsa Indonesia.

“Kita Harus mulai menumbuhkan rasa cinta semangat kebangsaan, merawat terus dan menumbuhkan terhadap rasa kecintaan kita pada Bangsa kita sendiri,”ucap ASN teladan Pratama lingkup KLHK ini.

Mari kita menjunjung bahasa persatuan kita Bahasa Indonesia, seperti dalam teks ketiga, ‘Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia’ .

“Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote,”kuncinya pada akhir sesi kedua pada Talkshow Smart Eco Life di Smart FM 101,10

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.