Terungkap, Ini Alasan Sebenarnya PBNU Pilih Livi Zheng Garap Film The Santri

Livi Zheng
Sutradara Film The Santri, Livi Zheng. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Terpilihnya Sutradara Livi Zheng untuk menggarap produksi Film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menuai polemik dari sejumlah pihak.

Menanggapi kontroversi tersebut, Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh mengungkapkan Livi dipilih karena tujuan dari Film The Santri untuk memperkenalkan kebhinekaan Indonesia kepada anak muda di seluruh dunia.

“Kami yang meng-invite Livi. Film ini harus dinikmati oleh khalayak muda, lintas agama, dan bahkan juga lintas negara,” ujar Imam di Gedung PBNU, Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 18 September 2019.

Pihaknya meyakini bahwa sutradara muda bertalenta tersebut bisa menarik minat anak muda untuk menonton Film The Santri.

Ia mengatakan, Livi yang kini berusia 30 tahun dan bermukim di Amerika Serikat, juga diyakini akan menggunakan jaringannya agar film ini bisa diputar di beberapa negara.

Selain itu, Imam menyebut latar belakang pendidikan di bidang perfilman membuat pihaknya semakin yakin untuk menyerahkan penggarapan The Santri kepada Livi Zheng.

“The right man on the right place. Kalau saya melihat kenapa Livi, ya Livi itu sesuai dengan kebutuhan film ini,” kata Imam.

PBNU, lanjut Imam, telah bekerjasama dengan Livi Zheng dalam menggarap film The Santri sejak satu setengah tahun silam. Jauh hari sebelum Livi menjadi kontroversi di tengah-tengah publik.

“Livi Zheng mulai muncul kontroversinya (saat) kami sudah selesai (mengerjakan) trailer. Saya bikin trailer sama Livi itu pada bulan Juli terus kemudian Livi di media mulai dibahas bulan Agustus,” ujarnya.

Selain itu, Imam menuturkan bahwa Livi tidak terlibat langsung dalam pembuatan alur cerita.

“Livi dan adiknya, Ken Zheng berfokus pada pengambilan gambar,” terangnya.

Namun, pihaknya tidak mengelak Livi dan NU Channel berdiskusi untuk beberapa hal terkait dengan alur cerita.

“NU Channel bersama Livi Zheng memproduksi dan mendiskusikan ini secara bersama-sama. Nanti malah tidak jadi kalau produsernya ngotot ke kanan, sutradaranya ngotot ke kiri, kan tidak bisa,” ujar Imam.

Berita Terkait