Masuk

PBNU Sindir Pengobatan Gus Samsudin: Jelas Demi Konten, Orang Tidak Bisa Ngaji Pakai Serban

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – PBNU sindir pengobatan alternatif Gus Samsudin. Diketahui, dalam sindirannya Ia menyebut pengobatan tersebut hanya demi konten. Ia juga kembali menegaskan orang tidak bisa ngaji pakai serban, Jumat 5 Agustus 2022.

Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU) memberikan tanggapan soal pesulap merah yang membongkar rahasia di balik pengobatan alternatif Gus Samsudin.

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi menyesalkan perbuatan Samsudin yang memakai trik sulap pada praktik pengobatannya.

Baca Juga: PBNU Kritik Politik ldentitas, PA 212: Padahal Mereka yang Bermain Politik

Ia mengingatkan masyarakat agar tak mudah tertipu dengan penampilan seperti Samsudin, sering memakai jubah dan serban ibarat seorang kiai. Dia juga mengimbau masyarakat supaya bisa membedakan mana kiai dan dukun.

“Kita percaya memang doa-doa itu sangat bermanfaat. Tapi kalau yang sifatnya konten-konten, pamer-pamer, itu jelas sulapan. Karena tidak mungkin kiai seperti itu. Kiai itu justru sembunyi. Kiai enggak mau mempertontonkan yang seperti itu, takut riya,” sebut Fahrur Rozi, dilansir dari NU Online, Rabu 3 Agustus 2022.

Tidak sedikit memandang Samsudin seperti kiai ahli hikmah yang mempunyai keilmuan mengobati sejumlah penyakit. Tetapi, Fahrur mengaku tindakan Samsudin tersebut sangat berbeda dengan sikap kiai ahli hikmah.

Baca Juga: Viral Diduga di Balik Topeng Bjorka Ternyata Gus Samsudin

“Itu (Samsudin) jelas (demi) konten lah. Orang enggak bisa ngaji pakai sorban, pakai jubah, itu kan jelas kontennya. Kita harus hati-hati,” jelasnya dikutip dari dream.co.id.

“Kalau dia kiai, ngajar di pesantren, sholat lima waktu, hajinya bagus, itu doanya manjur percaya kita, karena ibadahnya tertib. Tapi kalau orang itu enggak sholat, enggak ibadah, terus kerjanya cuma ngonten, jangan dipercaya,” sambungnya.

Fahrur mengimbau agar masyarakat tak mudah mengklaim suatu penyakit dengan sebutan non-medis, karena semua penyakit tersebut urusan medis. Namun, terkadang oleh para dukun, dikatakan sebagai penyakit non-medis.

“Guru saya, Gus Maksum Lirboyo itu sangat menolak kalau dikit-dikit dibilang kena sihir. Itu Gus Maksum enggak percaya. Ada orang perutnya kembung dibilang kena santet, padahal orang liver juga perutnya juga kembung,” ujarnya.

Baca Juga: Pesulap Merah: Saya Tahu Berapa Bayaran Pura-Pura Jadi Dukun!

Fahrur kembali menerangkan pengobatan alternatif bisa saja ditempuh, namun jangan sampai dijadikan sebagai opsi pertama, karena semua penyakit mesti terlebih dulu dikonsultasikan secara medis ke dokter.

Setelah berita ini diterbitkan, belum ditemukan tanggapan dari Gus Samsudin terkait sindiran PBNU tentang pengobatan alternatifnya.