Terkini.id, Makassar – Pendataan warga yang carut-marut di Kota Makassar sudah menjadi permasalahan akut. Dewan meminta Pemerintah Kota Makassar melakukan pembaruan data warga.
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Ray Suryadi Arsyad menilai Makassar dengan segala prestasinya di banyak sisi masih sama seperti kota-kota lain yang belum maju.
“Banyak sekali data yang harus diperbarui di kota ini, ini sudah jadi penyakit akut,” kata Ray, Rabu, 2 Februari 2022.
Terlepas dari ide dan gagasan dari pemerintah kota yang dinilai inovatif, Ray meminta masalah fundamental harusnya diselesaikan terlebih dulu.
Pemerintah kota ditengarai belum memiliki sistem basis data yang terintegrasi antardinas dalam hal pengelolaan. Alhasil, masing-masing dinas memiliki data yang berbeda-beda.
- Lewat SiAKSES, Proper Sekretariat DPRD Makassar Ubah Layanan Keuangan Jadi Serba Real-Time
- BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama
- Aliyah Mustika Ilham: Sinergi Eksekutif-Legislatif Kunci Pengelolaan APBD yang Akuntabel
- Rapat Paripurna DPRD, Wakil Wali Kota Makassar Beberkan Kinerja APBD 2025
- Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Soroti Pentingnya PSU
Ia mencontohkan masalah mendasar seperti pendataan orang miskin, warga yang belum menikmati air bersih, dan data anak jalanan di Kota Makassar yang belum diperbarui.
“Setiap lampu merah di sudut kota, hampir ada semua anjal dan pak ogah. Dinas sosial mana, memang tak ada penaganan yang serius,” ujarnya.
Menurut dia, Ide dan gagasan dari pemerintah kota harus berpegang pada data. Terlebih bila ada bantuan bagi warga yang tak mampu. Belum lagi data fiktif yang bertebaran.
“Saran saya pendataan perlu dilakukan secara masif dan serius, harus dari bawah, pakai itu RT/RW terus diverifikasi. Jangan data 10 tahun yang masih dipakai,” ucapnya.
Dari data tersebut akan kelihatan pemetaan permasalahan di Kota Makassar. Ia mencontohkan di Kecamatan Tallo yang memiliki 11 ribu warga, sebagian besar di antaranya adalah masyarakat pesisir.
Mereka ada yang bekerja di bidang perikanan, pembuat kapal, dan pelaku UMKM.
“Kelihatan ketika ada masalah bisa diselesaikan secara cepat. Itu yang tidak kita punya,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
