Masif Kerusakan Lingkungan, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Sulsel

Masif Kerusakan Lingkungan, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Sulsel

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 4 Makassar mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrim yang akan melanda beberapa daerah di Sulsel dalam musim penghujan ini. Terutama waspada terhadap bencana Hidrometeorologi

Mengutip dari konservasidas.fkt.ugm.ac.id, bencana Hidrometeorologi adalah sebuah bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi. Seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. 

Banyak bencana yang termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi, antara lain kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, el nino, la nina, longsor dan berbagai bencana lainnya. 

Salah satu penyebab dari maraknya bencana hidrometeorologi adalah perubahan cuaca yang didukung dengan kerusakan lingkungan yang semakin masif. 

Prakirawan BMKG Sulsel, Agus mengatakan, cuaca ekstrim akan berpotensi terjadi saat memasuki puncak musim hujan. Puncak musim hujan sendiri diperkirakan akan masuk pada bulan Desember 2021, Januari dan Februari 2022.

“Potensi cuaca ekstrim akan lebih banyak terjadi di puncak musim hujan, yaitu di bulan Desember, Januari dan Februari,” kata Agus, Senin, 15 November 2021.

Di puncak musim hujan ini juga perlu diwaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi. Agus menambahkan jika beberapa potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung bisa saja terjadi di Sulsel. 

“Ya tentunya (potensi bencana hidrometeorologi), terutama banjir, longsor, puting beliung dan lain-lain. Itu untuk wilayah Sulsel secara umum ya,” ungkapnya. 

Agus mengatensi lebih wilayah Luwu Raya. Menurutnya, pada wilayah tersebut hujan diperkirakan akan turun sepanjang tahun. 

“Yang patut diperhatikan di wilayah Luwu Raya. Hujan hampir terjadi sepanjang tahun di sana,” katanya. 

Selain Luwu Raya, beberapa wilayah lain juga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Terutama daerah dataran tinggi dan wilayah pesisir bagian barat Sulsel. 

“Daerah dataran tinggi seperti Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Soppeng, dan lainnya juga berpotensi terjadi. Serta pesisir barat Sulsel mulai Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng,” jelas Agus. 

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri memghadapi musim penghujan. Baiknya, kata dia, masyarakat selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan juga menjaga kesehatan. 

“Kami imbau agar masyarakat lebih mempersiapkan diri untuk mengahadapi musim penghujan ini dengan selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan. Pastikan kita sudah siap menghadapi masa musim penghujan ini,” imbaunya. 

Sementara untuk Makassar sendiri, dalam sepekan ke depan diperkirakan masih akan turun hujan dengan intensitas ringan-sedang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.