Masih Bisa Cari Uang Sendiri, Katanya Tukang Becak di Barru yang Tolak BLT

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
La Salama saat didatangi pejabat desa untuk diberi BLT, namun menolak (foto: instagram @rakyatsulawesi)
La Salama saat didatangi pejabat desa untuk diberi BLT, namun menolak (foto: instagram @rakyatsulawesi)

Terkini.id, Barru – Potret La Salama umur 50 tahun duduk berpangku di depan teras rumah gubuknya, ia tak mengenakan baju, hanya celana dan sarung terbalut di badannya.

Sorotan matanya tengah melihat kedua perempuan yang berpakaian dinas berwarna coklat. Entah apa yang dia bicarakan dengan mereka.

Dilihat dari pamflet yang dipegang perempuan berhijab warna pink itu tertuliskan ‘penyerahan BLT Dana Desa bulan April Rp. 600.000’.

Rupanya pria paruh baya itu termasuk daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa dari desa Lisitae, kecamatan Tanete Rilau, kabupaten Barru.

Diceritakan dalam potret pengambilan gambar pria yang diketahui sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak itu. Ia menolak menerima bantuan dari desanya.

Menarik untuk Anda:

Alasannya dari pria itu, kalau dirinya merasa tidak berhak menerima bantuan tersebut, dikatakan masih mampu mencari uang sendiri.

Uang senilai 600.000 ribu itu pun, ia minta untuk diberikan kepada orang lain, yang menurutnya memiliki banyak anak dan yang tidak bisa bekerja.

Assalamualikum Pak ini orang atas nama La salama umur 50 tahun hidup sendiri dirumah yg menyerupai gubuk pekerjaan penarik becak. Beliu terdaftar di bantuan penerima manfaat BLT Covid Desa Lasitae, Kab.Barru. Tadi sore mau di kasi uang nya tapi beliau tidak mau menerimanya dengan alasan katanya dia tidak berhak karena dia masi bisa cari uang sendiri kasi saja ke orang yang punya banyak anak sama orang yang sudah tidak bisa bekerja lagi,” tulis keterangan gambar La Salama @rakyatsulawesi, dilihat, Kamis 14 Mei 2020.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Eksotisme TN Gandang Dewata Sebagai Destinasi Wisata Alam di Mamasa

Mahasiswa HMJ HES gelar Dialog Interaktif: Problematika Hukum Ekonomi Syariah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar