Masika ICMI Makassar: Kas Masjid untuk Amal Jariyah Hadapi Covid-19

Pengurus Masika ICMI Makassar/ ist
Pengurus Masika ICMI Makassar/ ist

Terkini.id, Makassar – Kita para Jamaah menyumbang ke Masjid untuk meraih amal jariyah. Demikian Tutur beberapa Jamaah Masjid yang kami wawancarai.

Fenomena yang umum adalah Pengurus Masjid mengumumkan besaran kasnya yang ada di Bendahara Masjid atau di rekening Masjid.

Ada yang memiliki perencanaan fisik, renovasi, dan lainnya. Memang belum banyak Masjid yang sebagus Masjid Jogokarian Jogjayakarta. Namun insya Allah masjid yang lain se-Indonesia bisa mengikuti teladan baik tersebut.

Di tengah musibah Covid19 yang sedang menimpa negeri kita ini, sudah selayaknya Pengurus Masjid atau Dewan Masjid atau institusi yang berwenang berada di garda terdepan untuk membantu warga sekitar memenuhi kebutuhan dalam rangka pencegahan Covid1-9 tersebut.

Jika setiap Jumat kita kerap mendengar pengurus Masjid mengumumkan kas Masjid yang fantastis. Namun bisa lebih fantastis jika disalurkan untuk kemaslahatan umat manusia.

Baca juga:

Inilah kesempatan emas Pengurus Masjid untuk berdakwah secara tidak langsung. Mempraktikkan Islam yang Rahmatan lil alamiin sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Rasulillah, Keluarga, dan para Sahabatnya yang setia.

Sudah saatnya mindset kas masjid ditumpuk san lebih banyak dijadikan untuk sekadar mempercantik lantai, aksesoris dan dinding Masjid namun melupakan nuansa amal jariah sosial dari dana jamaah tersebut.

“Kami yakin pengurus Masjid memiliki rasa pertanggungjawaban yang tinggi melampaui prinsip-prinsip akuntansi. Karena mereka akan bertanggung jawab langsung kepada Tuhan Ilahi Rabbi,” ujar pengurus Masika ICMI Kota Makassar, Asiz Nojeng.

Nojeng membayangkan jika warga dan jamaah merasakan kehadiran Masjid maka warga akan tersentuh hatinya untuk lebih giat berdonasi dan beribadah demi Allah Swt melalui amal Jariyah sosial.

Apa saja yang bisa lakukan dalam rangka membantu warga sekitar untuk pencegahan Covid19 ini? Ada banyak yang bisa dilakukan, misal :

– Pengadaan ruang sterilisasi.

– Berbagi bahan makanan bagi kaum duafa dan membutuhkan.

– Penyemprotan di gerbang masuk komplek/wilayah, baik manual atau menggunakan alat sensor.

– Pembagian masker, handsoap, handsanitizer.

Atau hal lain yang mungkin bisa diadaptasi dari beberapa wilayah yang sudah melakukan nya. Kita bisa sangat mudah mencari informasi tersebut.

“Lebih jauh lagi, Masjid bisa mempersiapkan segala kebutuhan warga yang pokok, jika opsi LOCKDOWN atau KARANTINA atau ISOLASI Lokal/Nasional diberlakukan,” jelas Nojeng.

“Mariki bersama-sama berkontribusi menghadai wabah pandemik ini. Semoga Allah SWT merahmati dan meridhai segala upaya kita, sehingga wabah ini bisa berakhir,” harap dia.

Komentar

Rekomendasi

Eratkan Silaturahmi di Tengah Pandemi, DPP KKB Gelar Halal Bihalal Virtual

Pj Wali Kota Makassar Ramaikan Lebaran Virtual Smansa 89 Makassar

Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia XV Resmi Ditunda

Kandaya Squad: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Ungkapan Syukur Hut 30 Tahun, HDCI Cabang Makassar Bersatu Berbagi di Tengah Pandemi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar