Masjid Tidak Jadi Ditutup Selama PPKM Darurat, Ma’ruf Amin: Saya Sudah Berusaha

Terkini.id, Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan para kiai agar masjid tidak ditutup selama PPKM Darurat.

Hal itu diungkapkan oleh Ma’ruf saat bertemu dengan para ulama dan tokoh Islam secara virtual pada Senin, 12 Juli 2021.

“Alhamdulillah saya sudah berusaha, karena banyak protes masyarakat supaya tidak ditutup, di dalam aturan terbaru sudah disebutkan bahwa tidak ada lagi kata menutup masjid, tapi yang ada dilarang berkerumun,” ucap Ma’ruf dilansir dari Okezone.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Bahar Smith, PA 212 Seret Nama Ma’ruf Amin...

Ia pun mengatakan bahwa aspirasi masyarakat tentang acara atau resepsi pernikahan yang dulunya dibolehkan 30 orang akhirnya ditiadakan.

“Selain itu juga yang dulunya orang resepsi dengan jumlah 30 orang, maka sekarang ditiadakan resepsi, tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga: Respons Rencana Ketua PSSI ke Ruang Ganti Timnas, Ini Kata...

“Masa jamaah salah gak boleh tapi resepsi perkawinan boleh, karena resepsi itu tidak boleh,” sambungnya.

Ia lalu menjelaskan kembali bahwa semua tuntutan yang dilayangkan oleh para kiai sudah terealisasi.

“Jadi ini sudah sesuai tuntunan para kiai, yang tidak boleh itu berjamaahnga, rawatib, jumatan, Id, tidak hanya di dalam tapi di luar,” paparnya.

Baca Juga: Respons Rencana Ketua PSSI ke Ruang Ganti Timnas, Ini Kata...

Wakil Presiden tersebut menjelaskan bahwa hal ini hanya dilakukan secara sementara sampai akhirnya keadaan sudah pulih kembali.

“Sampai keadaan nanti sudah memungkinkan lagi karena ada bahaya yang harus dihindari,” jelasnya.

Seperti diketahui, Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negri (Mendagri) telah mengeluarkan aturan Inmendagri Nomor 19 Tahun 2021 tentang perubahan Ketiga Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021.

Dalam Inmendagri yang terbaru ini, pemerintah mengubah narasi tentang penutupan tempat ibadah menjadi imbauan untuk tempat Ibadah pada masa PPKM tidak mengadakan kegiatan keagamaan berjamaah.

Selain itu, aturan tersebut juga meniadakan penggelaran resepsi pernikahan selama aturan PPKM Darurat berlaku.

Bagikan