Terkini, Gowa – Di balik fenomena perubahan iklim yang ikut mempengaruhi kawasan dataran tinggi di Gowa, Sulawesi Selatan, ada Masyarakat Adat yang masih jauh dari sentuhan modernisasi. Mereka hidup dengan menghormati alam, menjaga hutan, namun entah mengapa, bencana belakangan ini sering terjadi.
Salah satu komunitas Masyarakat Adat di Sulawesi Selatan, yakni Balassuka. Suku ini berada di wilayah administrasi Desa Balassuka, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Berada di Bagian di bagian paling timur Kabupaten Gowa, masyarakatnya yang kebanyakan hidup dengan bercocok tanam, paling tidak harus menempuh perjalanan cukup jauh ke Puskesmas di Kecamatan Tombolo Pao, bahkan harus menempuh jarak kurang lebih 100 kilometer untuk menjangkau rumah sakit umum daerah yang di ibu kota Kabupaten Gowa.
Wilayah adat di Ballasuka, dihuni oleh sekitar 2.678 penduduk dengan 653 kepala keluarga. Ciri khas geologisnya bisa terlihat, seperti wilayahnya yang berada di pebukitan, dan didominasi hamparan kebun pertanian serta persawahan. Dikelola oleh masyarakatnya secara tradisional.
Warga adat bahu membahu untuk menjaga kelangsungan hidup mereka dan saling ketergantungan antara alam dan manusia dengan bercocok tanam hingga berburu. Itu sudah menjadi tradisi yang dijalankan secara turun temurun dari leluhur. mereka
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Bank Sulselbar dan Pemkab Bone Sepakat Lanjutkan Kolaborasi Layanan Publik
- Pemkot Makassar Kembangkan LONTARA+ Berbasis Website, Warga Makin Mudah Mengakses Layanan
Pemukiman masyarakat Adat Balassuka tersebar di dataran tinggi 600 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Kehidupan sehari hari Masyarakat Adat Balassuka selalu dekat dengan alam luas, anak anak bermain di pekarangan rumah dan di pematang sawah, sementara nampak masyarakat Adat Balassuka menjalani aktifitas harian mereka di kebun dan sawah yang membentang disepanjang kaki gunung hutan adat.
Halaman rumah masyarakat Adat digunakan untuk menjemur hasil panen, menumpuk kayu bakar. Sementara pekarangan maupun kolong rumah, biasanya sebagai tempat ternak ternak seperti ayam, sapi dan bebek. Di beberapa rumah, pekarangan juga ditanami sayuran dan tanaman obat untuk kebutuhan sehari-hari.
Lingkungan kehidupan masyarakat Adat Balassuka yang dahulu mengandalkan pinggiran sungai dan selokan untuk mandi, mencuci dan buang air, kini mayoritas masyarakat di antara mereka sudah memiliki WC sendiri di dalam rumah. Ada juga yang membangun WC ini kolong ataupun pekarangan rumah mereka dengan bahan utama kayu dan atap seng yang sudah dilengkapi dengan septic tank, kloset dan bak mandi.
Perubahan ini membantu mengurangi risiko penyakit berbasis air dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Infrastruktur jalan di komunitas ini sebagian besar masih berupa tanah dan bebatuan yang saat musim hujan menjadi licin dan berlumpur, sementara di musim kemarau menyebabkan debu beterbangan ditambah lagi masyarakat adat ketika ingin mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
