Terkini.id, Jakarta – Salah satu media asing yang berasal dari Rusia, RT.com membeberkan mengenai pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan bahwa tingkat antibodi rakyat Indonesia mencapai 99,2 persen jelang mudik lebaran tahun 2022 ini.
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Kementerian Kesehatan menemukan fakta tersebut setelah menjalankan tes terhadap 2.100 penduduk Pulau Jawa bulan maret lalu.
Antibodi terbentuk dari tubuh orang yang telah melakukan vaksinasi maupun dari mantan penderita Covid-19.
Dilansir dari halaman pikiranrakyat.com, bersumber dari Reuters, Rabu 20 April 2022, bahwa 60 persen dari 270 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksin Covid-19.
Pandu Riono selaku ahli epidemiologi menilai bahwa antibodi masyarakat meningkat karena mereka telah melakukan vaksin serta booster.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa survei tersebut mendata tingkat level antibodi masyarakat secara keseluruhan.
“Ini menunjukkan tidak hanya banyak orang yang sudah memiliki antibodi, tetapi juga tingkat antibodi yang tinggi. Jadi kalau nanti kita terserang virus, daya tahan tubuh kita bisa cepat menghadapinya dan mengurangi risiko rawat inap, apalagi risiko kematian,” jelas Menkes Budi.
Namun demikian sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi diharapkan masyarakat masih tetap waspada akan penularan Covid-19.
Hal ini dikarenakan penyebaran Corona di beberapa negara maju masih sangat tinggi.
“Banyak yang belum kita ketahui dari virus ini dan beberapa negara tetangga, negara besar, seperti China dan Hong Kong itu kasusnya masih naik tinggi. Kalau kita kasus hariannya 600, Korea Selatan kasus hariannya masih ratusan ribu. Jadi tetap arahan Bapak Presiden, kita tetap hati-hati dan waspada, jangan sombong dan jemawa,” tutur Menkes Budi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
