Lagi! Megawati Sindir Pemuda Indonesia, Ustadz Yahya Waloni: Waspada! Nenek-nenek itu Biangkerok Perpecahan di Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri belakangan ini menjadi sorotan masyarakat. Usai dinilai menyindir ibu-ibu yang kurang kreatif buntut dari kelangkaan minyak goreng.
 
Baru-baru ini ia menyindir generasi muda. Ia menilai, generasi muda era ini gampang membuat perselisihan dibanding persatuan.
 

Mega mengaku heran melihat warga yang rela antre berjam-jam demi membeli minyak goreng.

“Saya sampai mengelus dada, bukan urusan masalah nggak ada atau mahalnya minyak goreng, saya sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng sampai begitu rebutannya?” kata Megawati dalam webinar “Cegah Stunting untuk Generasi Emas” yang disiarkan Youtube Tribunnews pada Jumat, 18 Maret 2022.

Padahal, menurut Mega, selain digoreng, ada banyak cara untuk membuat makanan. Bisa dengan direbus, dibakar, atau dikukus.

Baca Juga: Megawati Disentil Balik: Mendingan Tukang Bakso Uangnya Halal, Daripada Pejabat...

Kehebohan lain muncul usai ia memberikan pernyataan yang dinilai mengandung unsur sindiran kepada generasi muda. 

Ia menyampaikannya saat memberi sambutan dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) periode 2021-2026 pada Sabtu, 26 Maret 2022.

Awalnya, Mega menceritakan pengalamannya yang pernah diperiksa beberapa kali oleh penegak hukum di masa Orde Baru berkuasa setelah kepresidenan ayahnya, Sukarno.

Baca Juga: Wanita Ini Sindir Keras Megawati: Emang Tukang Bakso Mau Punya...

“Ini hakikatnya kehidupan, yang harus saya teruskan kepada anak-anak muda, yang hanya gampang membuat perselisihan daripada persatuan. Bagaimana kalian akan membuat nasionalisme kita itu menjadi sebuah tonggak, pilar bagi negara dan bangsa kita, kalau kalian sendiri tidak bisa mendamaikan diri kalian pada egosentris dan lain sebagainya,” kata dia.

Pernyataan-pernyataan di atas menjadi kontroversi dan menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Mantan Presiden Indonesia yang kelima itu dinilai ceroboh dan tidak sensitif dalam menyampaikan pernyataan pada situasi masyarakat.

Baca Juga: Wanita Ini Sindir Keras Megawati: Emang Tukang Bakso Mau Punya...

“Komunikasi politik Bu Mega ini agak ceroboh karena pertama kondisi masyarakat sedang susah,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dilansir dari laman Kompas pada Minggu, 20 Maret 2022.

Kini nama Megawati menjadi trending hingga memunculkan kembali tuturan seorang penceramah, Ustadz Yahya Waloni yang pernah memperingati sekaligus mengkritisi sosok Megawati itu.

“Biangkerok yang membuat kita khawatir di Indonesia itu cuma satu, nenek-nenek yang di Jakarta. Doakan biar cepat mati, Megawati. Diteruskan cucu-cucunya ke bawah. Itulah orang munafiq lebih bahaya dari orang Kafir. Kalau orang kafir kita tau, Matius, Markus, Lukas, Rebertus. Dari namanya kita sudah tau, mereka kafir. Tapi yang paling bahaya yang kita hadapi saat ini adalah orang yang mengaku Islam. Terbelah kita, pecah kita hanya karena perempuan satu ini” ucap Ustadz Yahya Waloni dikutip dari Youtobe Dunia Akhirat 3 tahun lalu.

Bagikan