Megawati juga menyinggung soal masa jabatan Presiden yang hanya dua periode. Seharusnya aturan yang sudah baik tersebut diubah.
“Kalau sudah dua kali, ya maaf,” tuturnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengapresiasi Megawati yang tidak mengumumkan sosok capres saat HUT ke-50 PDIP. Bagi Jokowi, Megawati merupakan sosok Ketum yang penuh perhitungan, kalkulasi dan tidak bisa ditekan.
“Bu Mega dalam memutuskan betul-betul sangat hati-hati, betul-betul tenang, tidak seperti yang lainnya. Didesak-desak dari manapun tidak goyah,” kata Jokowi.
Meski Megawati masih merahasiakan sosok Capres, Jokowi memastikan sosok yang bakal diusung PDIP adalah kader. “Saya sangat senang sekali tadi Ketum Mega menyampaikan bahwa calonnya adalah dari kader sendiri,” tegasnya.
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
- Harrie Sabrang dan Andreas Harjono Muncul dalam Penjaringan Ketua PAC PDI Perjuangan Ujung Pandang
- Rekomendasi Eksternal PDIP Suarakan Reformasi Sistem Politik dan Independensi Penegak Hukum
- Konferda dan Konfercab VI PDIP Sulsel Rampung, Struktur Kepengurusan DPD dan 24 DPC Resmi Ditetapkan
- ARW Kembali Jabat Ketua DPD PDIP Sulsel, Mesakh Sekretaris dan Risfayanti Bendahara
Untuk itu, dirinya berharap kader PDIP bersabar hingga ada keputusan Megawati Soekarnoputri. Baginya, Megawati sangat hati-hati dan tenang dalam memutuskan sikap politik ke depannya.
“Kita semuanya sabar menunggu yang akan nanti beliau sampaikan pada saatnya dengan perhitungan-perhitungan, kalkulasi-kalkulasi yang telah dibuat oleh ketum,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
