Terkini.id, Lutim – Satu dari lima sejumlah pembangkit listrik tenaga air terbesar di Sulawesi Selatan ada di Luwu Timur.
Pembangkit ini dibangun oleh perusahaan tambang nikel di Sulawesi, PT Vale, namun penggunaannya bukan cuma untuk menyuplai industri tambang. Masyarakat juga menggunakan listrik yang disuplai pembangkit di Desa Balambano Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur.
Koordinator Shift PLTA Balambano Andi Sunandar menjelaskan, totalnya ada tiga PLTA yang dimiliki Vale Indonesia PLTA Balambano, PLTA Larona, dan PLTA Karebbe.

Khusus PLTA Balambano sendiri diketahui mampu menghasilkan daya listrik sebesar 110 megawatt.
PLTA Larona mampu berkontribusi sebesar 165 megawatt untuk kebutuhan listrik Vale Indonesia. Terakhir, PLTA Karebbe mampu memproduksi listrik sebesar 90 megawatt.
Jika tiga PLTA tersebut digabungkan, maka kapasitas totalnya mencapai 365 megawatt.
“Ini bukan hanya digunakan untuk keperluan tambang Vale Indonesia saja. Listiknya juga terkoneksi ke jaringan PLN, sehingga suplai untuk masyarakat sekitar 8 megawatt,” jelas Andi Sunandar, kepada wartawan, pada 28 Juli 2023 lalu.

Khusus Vale Indonesia sendiri, pihaknya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk digunakan apabila debit air surut.
“Kecuali kalau ada kemarau panjang kami tidak mampu mengandalkan debit air, makannya kami juga dibantu oleh PLTD,” imbuhnya.
Da menjelaskan, PLTA Balambano ini memanfaatkan aliran sungat dari tiga danau yakni Matano, Mahalona, dan Towuti.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
