Memaknai Keberkahan Ramadan – 02

Di antara keberkahan (keutamaan-keutamaan) Ramadan adalah, selain sebagai bulan muhasabah (introspeksi), juga sebagai bulan refleksi (perenungan-perenungan). 

Di bulan ini orang-orang beriman tertantang untuk melakukan perenungan tentang berbagai hal. 

Tentang dirinya, siapa dari mana dan akan kemana. Apa tujuannya sehingga hadir di atas dunia ini. 

Baca Juga: Hikmah Al-Kahf dan Hikmah Kehidupan – 2

Kenyataannya ketika manusia telah larut dalam hidup rutinitasnya pada umumnya akan kehilangan kesadaran hidup. 

Artinya manusia hidup tanpa kesadaran. Jadilah manusia itu bagaikan mesin berjalan yang berputar melakukan fungsi fisik/material tanpa sadar. 

Baca Juga: Kritik Sikap Dubes RI untuk Singapura soal UAS Dideportasi, Shamsi...

Ketidaksadaran seperti ini kalaupun tidak berujung pada hal negatif atau destruktif, minimal jadi kehidupan yang tidak berlebihan jika disebut sebagai kehidupan yang mengalami mati suri. Jadilah manusia seperti itu mayat-mayat yang berjalan. 

Sesungguhnya inilah hikmah kenapa Alquran diturunkan di bulan Ramadan. Dan lebih spesifik lagi kenapa justeru ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca “Iqra”. Karena Al-Quran adalah GPS kehidupan dunia yang ganas dan penuh ketidakmenentuan. 

Dan kalau kita berbicara tentang Al-Qur’an maka perenungan (thinking, pondering, reflections, dan seterusnya) merupakan esensi dasarnya. Itulah makna Iqra sejatinya.

Baca Juga: Kritik Sikap Dubes RI untuk Singapura soal UAS Dideportasi, Shamsi...

Alquran tidak akan maksimal jika tidak disikapi dengan perenungan akal dan hati (fikir dan dzikir). 

Oleh Karenanya dibulan keberkahan sebagai bulan Al-Quran ini harusnya mampu mengantar kita semua ke sebuah situasi di mana kesadaran tentang hidup itu terbangun. Hidup yang berkesadaran itulah hidup yang bermakna (bernilai/valuable).

1 2
Selanjutnya
Bagikan