Masuk

Golkar Pecah? Menantu Taufan Pawe Diduga Keluarkan Andi Ina Kartika dari Grup WhatsApp

Komentar

Terkini.id, Makassar – Isu perpecahan di internal DPD I Partai Golkar Sulsel terus mencuat. Baru-baru ini Juru Bicara Golkar Sulsel, Zulham Arief ditengarai mengeluarkan Andi Ina Kartika dan Andi Anugerah Bau Pessor dari grup WhatsApp.

Saat ini, Ina Kartika juga menjabat sebagai Bendahara DPD I Golkar Sulsel. Sementara Andi Bau Pessor merupakan Ketua Biro Penggalangan Massa.

Pengamat Politik Unhas, Hasrullah menegaskan, Taufan Pawe sebagai pimpinan partai harus melakukan kordinasi sampai ke tingkat bawah. Agar konflik internal partai bisa dicegah.

Baca Juga: Wamendag Jerry Sambuaga dan Taufan Pawe Cicip Kopi Toraja di Rakornas PMKRI

“Namanya politik kita boleh berseberangan, tapi tetap harus berdialog dong. Kalau tidak bisa berdialog, maka kita meragukan dia punya kemampuan komunikasi sebagai pimpinan,” katanya saat dihubungi, Kamis, 16 Juni 2022.

Hasrullah mengatakan politik sudah memasuki era paska kebenaran, atau post-truth. Sehingga jika silaturahmi mulai pecah, maka itu menunjukkan karakter pemimpin partai.

“Jadi saya menganggap kalau ada pemimpin partai, siapapun juga, itu akan menurunkan kredibilitasnya di mata publik. Apalagi kalau post-truth itu sudah mengandung kebenaran. Ini harus dibuka mindset pemimpi partai karena sekarang sudah era keterbukaan,” tuturnya.

Baca Juga: Taufan Pawe Salurkan Bantuan Sembako Golkar Sulsel untuk Korban Puting Beliung di Barru

Ia mencontohkan, saat Pilpres 2019 lalu, meski melawan banyak ketua partai, Joko Widodo mampu memenangkan kontestasi politik. Lantaran didukung oleh post-truth.

“Apalagi kalau ada pemimpin partai yang melakukan kesewanang-wenangan, itu akan menimbulkan efek buruk. Belajarlah tentang komunikasi politik, bagaimana cara merawat keberagaman, dan kesamaan presepsi, kalau ada konflik internal di partai maka yang salah bukan saja anggotanya, maka ketuanya juga harus di koreksi,” katanya

Menurutnya, pemilik suara atau rakyat sudah lebih dewasa dalam melihat konstalasi yang ada. Khususnya pemilih pemula.

“Boleh dia menang memimpin partai, tapi dia akan kalah pada pemilihan nanti. Ini perlu diingatkan ke pemimpin partai, agar tetap berkordinasi dengan baik dengan pengurus daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Sekjen Golkar Minta Taufan Pawe Maju Caleg DPR RI Dapil Sulsel II

“Sikap politik Taufan Pawe sekarang itu berbahaya, kalau bikin poling dia jatuh itu di mata publik. Walaupun dia kuasai pengurus partai. Karena orang yang dizalimi itu juga akan melawan, dan setiap orang punya dukungan lokal politik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ina Kartika tak ingin berkomentar banyak. Sebab sampai saat ini dirinya juga belum tahu alasannya dikeluarkan dari grup DPD I Golkar Sulsel.

“Saya tidak bisa komen dulu nah, ini lagi memanas ini. Saya masih di Golkar, masih bendahara. Sampai sekarang belum ada konfirmasi (alasan dikeluarkan),” ujarnya saat dihubungi.

Sementara, Zulham Arief membantah jika mengeluarkan Ina Kartika dari grup DPD I Golkar Sulsel. Ia tak ingin ambil pusing terkait isu itu lantaran masih banyak urusan yang lebih penting.

“Saya heran di grup apa dikeluarkan? Santai-santai saja, jangan terlalu tegang. Banyakji urusan rakyat yang perlu diurus jauh dari pada sekedar group WhatsApp,” kata menantu Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe tersebut.