Terkini.id, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi belum lama ini mengungkapkan beberapa permasalahan yang terjadi terkait kenaikan harga kedelai di Indonesia,
Mendag Lutfi mengatakan naiknya harga kedelai di Indonesia diyakini disebabkan adanya beberapa permasalahan dari negara importir yang salah satunya adalah cuaca buruk El Nina di kawasan Amerika Selatan.
“Jadi permasalahan kedelai di Indonesia yang harganya belakangan ini naik karena adanya beberapa permasalahan dan terjadinya El Nina di Argentina,” ujarnya.
Selain dari dampak cuaca buruk El Nina di Argentina dan wilayah Amerika Selatan, naiknya harga kedelai diyakini dipengaruhi oleh kebutuhan besar di China.
Lutfi juga menyatakan bahwa baru-baru ini, ada lima miliar babi baru yang semua pakannya adalah kedelai di China.
- Muhammad Lutfi Resmi Mendaftar ke Panitia Konferda, Harap PJI Sulsel Menjadi Konstituen Dewan Pers
- Kejagung Periksa Eks Mendag Soal Mafia Minyak Goreng, DPR Yakin Lutfi Akan Membongkar Skandal ini
- Digugat Akibat Minyak Goreng Mahal, Pihak Istana Tak Ambil Pusing
- Mantan Mendag RI: Saya Ini Sudah Kayak Keset, Sudah Diinjek-injek Sama Semua Orang
- Zulkifli Hasan Jabat Mendag, Politisi PAN: Tanggung Jawabnya sebagai Menteri Tidak Akan Mempengaruhi Tanggung Jawab Sebagai Ketum PAN
“Di China itu, awalnya peternakan babi di sana tidak makan kedelai, tapi sekarang makan kedelai. Apalagi baru-baru ini ada lima miliar babi di peternakan China itu makan kedelai,” jelasnya.
Mendag Lutfi menuturkan, saat ini pihaknya sementara menyiapkan mitigasi dari melambungnya harga kedelai secara nasional.
“Sekarang ini kami sedang menyiapkan mitigasinya dan kesempatan pertama minggu depan akan kami umumkan kebijakannya seperti apa,” ungkapnya. Dikutip dari Galamedia. Minggu, 20 Februari 2022.
Lebih lanjut, Lutfi menyampaikan kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahunnya adalah 3 juta ton, sementara budi daya dan suplai kedelai dalam negeri hanya mampu 500 hingga 750 ton per tahunnya.
Melihat hal tersebut, aktivis Nicho Silalahi menanggapi pernyataan Mendag Muhammad Lutfi terkait kenaikan harga kedelai di Indonesia disebabkan oleh banyaknya babi di China.
Hal tersebut disampaikan Nicho melalui akun media sosial Twitter miliknya @Nicho_Silalahi.
Nicho Silalahi dengan tegas mengatakan bahwa babi bukanlah kambing hitam yang bisa disalahkan oleh Mendag Lutfi.
“Woi 5 Milyar Itu Babi Bukan Kambing Hitam,” tuturnya melalui akun Twitter pribadi @Nicho_Silalahi.
Namun, terlepas dari harga kedelain, Nicho bertanya soal kelangkaan minyak goreng.
“Ya sudah kalau gitu Kenapa Minyak Goreng Langka dinegara yang Sawitpun dikatakan tanaman Hutan ?” pungkasnya bertanya-tanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
