Mengenal Hari Valentine dari Legenda History Kelam

Happy Valentine's Day. Sumber : Lovethispics.com

Terkini.id, – Mengenal Hari Valentine yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari sebagai Hari Kasih Sayang. Tidak terlepas dari history kelam yang pernah terjadi dan menjadi peringatan sesuai dengan namanya.

Umumnya Hari Valentine dirayakan oleh kebanyakan anak-anak muda diberbagai belahan dunia.

Bahkan di negara Paman Sam, Amerika Serikat, perayaan Valentine’s Day merupakan hari raya besar selain Natal.

Tradisi merayakan Hari Valentine atau Valentine’s day sudah dilakukan sejak beberapa abad lalu. Dilakukan dengan simbolis mengirimkan kartu Valentine.

Namun sejak abad ke-20 Masehi, kebiasaan bertukar kartu Valentine berkembang menjadi pemberian kado seperti cokelat, bunga mawar, perhiasan dan barang lainnya.

Hingga kini, tak mengherankan momen Hari Valentine membuat pangsa pasar untuk penjualan cokelat, bunga menjadi meningkat tajam. Hal ini menjadikan keuntungan tersendiri buat para penjual souvenir atau kado untuk Hari Valentine.

Bukan melulu soal pemberian kado, Hari Valentine juga menjadi simbol perayaan romantis diberbagai negara.

Hari Valentine yang biasa diadakan setiap bulan Februari, memiliki historis kelam.

Pada Abad ke-4 SM, untuk menghormati dewa Lupercus dilakukan perayaan setiap tanggal 15 Feb dengan cara melakukan undian bagi para pria untuk mendapatkan seorang perempuan sebagai pasangan. Para pria memilih 1 kertas untuk mendapatkan pasangan selama setahun.

Tanggal 14 Februari 496 M, dirayakan untuk mengenang seorang pendeta bernama ST Valentine yang menyelamatkan orang-orang yang dianiaya, ia dijebloskan ke penjara karena melanggar aturan menikahkan pasangan pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Pada waktu itu pria yang menikah menolak untuk melakukan perang. Akibatnya St. Valentine dijebloskan ke penjara dan dipenggal kepalanya. Sebelum dieksekusi ia melakukan mujizat dengan menyembuhkan Julia, puteri buta dari seorang sipir penjara. Ia menulis sebuah kartu Valentine pertamanya yang ditujukan untuk putri Julia yang tidak lagi buta dan menandatanganinya sebagai kartu Valentine. Kartu Valentine “From Your Valentine” inilah yang diadopsi menjadi tradisi mengirim kartu ucapan.

Kisah legenda St. Valentine menjadi sebuah tradisi yang dilakukan terus menerus sebagai Hari Valentine yang disimbolkan dengan penukaran kartu bergambar cupido bersayap menggenggam panah.

Cupid For Valentine’s. Sumber : worldartsme.com

Pola bertukar kartu Valentine mulai populer sejak pertengahan Abad ke-19 di Inggris, dengan memproduksi kartu valentine bergambar cupido yang identik dengan anak St. Valentine secara massal seiring dengan berdirinya layanan pos pertama di Inggris.

Pada Abad ke-18 Tahun 1868, coklat valentine pertama kalinya dibuat dan dirilis oleh Richard Cadburry.

Cokelat sebagai hadiah valentine’s day. Sumber : Pixabay

Bunga dijadikan sebagai kado atau hadiah valentine oleh Charles II dari Swedia, karena menurutnya bunga menggambarkan emosi yang tersirat di dalamnya.

Roses Happy Valentines. Sumber : toppng.com

Sayangnya budaya memberikan kartu ucapan, cokelat dan bunga di Hari Valentine sebagai simbol kasih sayang oleh segelintir orang diplintir menjadi tradisi budaya yang salah dan menyimpang dari aturan agama (pesta sex dan sebagainya)

Boleh Tidak Merayakan Hari Valentine?

Tanggal 14 Februari yang diperingati sebagai Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang menjadi ramai diperbincangkan mengenai boleh tidaknya merayakan Hari Valentine tersebut.

Hari Kasih Sayang seharusnya tidak wajib dilakukan hanya pada tanggal 14 Februari, kasih sayang seharusnya setiap saat dihadirkan dalam hati kita untuk sesama tanpa memandang suku, budaya, ras dan agama. Bukankah kasih dan sayang adalah hakiki dimiliki setiap orang.

Menurutmu bagaimana?

Berita Terkait
Komentar
Terkini