Terkini.id, Parepare – Warga Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Lagimpe (62) yang setiap harinya berprofesi sebagai nelayan pukat atau jaring di bantaran sungai Salo Karajae, Kota Parepare, harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasay Kota Parepare, Selasa 21 Januari 2020.
Hal itu terjadi lantaran dirinya yang sedang menjaring ikan di sepanjang bantaran sungai Karajae, tepatnya di belakang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Parepare, dirinya digigit satu ekor buaya muara.
Gigitan buaya tersebut tepat pada bagian betis yang mengalami luka robek sekitar dua jengkal, akibat gigitan yang keras tersebut.
Menurut keterangan Camat Bacukiki Kota Parepare, Saharuddin, mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban ini melakukan penangkapan udang di bantaran sungai, dengan menggunakan pukat atau jala.
“Dia digigit buaya dengan model bibir yang lancip, dari keterangan warga nanti korban lepas ketika sekujur tubuhnya dililit pukat yang digunakan korban untuk menangkap udang, dan kemudian buaya itupun melarikan diri,” katanya, Rabu 22 Januari 2020.
- Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House hingga Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng
- Gubernur Sulsel Serahkan 20 Unit Kapal 5 GT untuk Nelayan
- Taufan Pawe Silaturahim Bersama Petani dan Nelayan di Bacukiki Parepare
- Curhat di Live TikTok, Nelayan di Soppeng Dapat Bantuan dari Rusdi Masse
- Pilkada Serentak 2024, HMNI Sulsel Titip Calon Pemimpin Perhatikan Kesejahteraan Nelayan
Saat kejadian, urai Saharuddin, ketinggian air sekitar tiga meter, dan biasanya dirinya setiap harinya melakukan aktivitas di lokasi tersebut, dan baru kali ini mendapatkan penyerangan dari buaya tersebut.
“Setiap harinya korban ini aktif untuk menangkap ikan dan udang di tempat tersebut, tapi baru kali ini dia dapat penyerangan dari buaya, padahal pada waktu kejadian ketinggian air tetap normal,” pungkasnya.
Saat ini tambah dia, korban telah mendapatkan perawatan medis oleh dokter dan tenaga medis yang ada di RSUD Andi Makkasau, untuk proses pemulihan.
“Tadi malam sekitar pukul 19.00 WITA korban telah ditangani dengan melakukan langkah operasi pada bagian pahanya,” pungkas Sahar sapaannya.
Beredar informasi jika di lokasi tersebut memang kerap terjadi warga kehilangan anjing, kejadian tersebut bermula ketika setelah terjadinya banjir besar yang menimpa Parepare pada awal tahun ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
