Mengerikan! Rusia Ancam Keras Eropa dengan Rudal Nuklir Jarak Menengah

Mengerikan! Rusia Ancam Keras Eropa dengan Rudal Nuklir Jarak Menengah

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mengerikan! Rusia ancam keras Eropa dengan rudal nuklir jarak menengah. Suasana yang memanas terkait Ukraina, memicu gelombang kekhawatiran terjadinya kontak senjata dengan teknologi terkini, bahkan menggunakan nuklir. Pasalnya, Rusia berencana mengarahkan rudal nuklir jarak menengah ke negara-negara Eropa Barat.

Pernyataan itu sendiri disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov terkait ketegangan dengan negara-negara Eropa Barat soal Ukraina di kawasan Laut Hitam.

Ryabkov mengatakan, Rusia terpaksa beraksi jika Eropa Barat menolak untuk bergabung dalam moratorium rudal nuklir jarak menengah (INF) di Eropa. Moratorium itu sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di Ukraina.

Ia menegaskan, kemandekan solusi politik dan diplomatik akan membuat Rusia merespons dengan cara teknologi militer.

“Artinya, ini akan menjadi konfrontasi, ini akan menjadi putaran berikutnya,” ungkap Ryabkov, mengacu pada potensi pengerahan rudal dari Rusia, seperti dikutip dari Reuters via CNNIndonesia, Selasa 14 Desember 2021.

Rudal nuklir jarak menengah dengan kisaran 500 hingga 5.500 kilometer dilarang di Eropa di bawah kesepakatan 1987 antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet pada saat itu. Kesepakatan tersebut ditandatangani pemimpin negara kala itu, Presiden Rusia Mikhail Gorbachev dan Presiden AS Ronald Reagan.

Kesepakatan tersebut dicapai untuk meredakan ketegangan perang dingin di antara dua negara. Amerika Serikat kemudian mundur dari pakta tersebut pada 2019, setelah protes dengan manuver Rusia membuat rudal jelajah yang disebut 9M729. NATO menjuluki rudal itu dengan sebutan ‘obeng’.

Jika tudingan NATO benar, ancaman Rusia mempersiapkan rudal nuklir jarak menengah ke Eropa disebut mengada-ada lantaran negara itu memang telah mempersiapkan rudal nuklir.

Kendati demikian, menurut pengamat Rusia dari Universitas Innsbruk, Gerhard Mangot, jika tudingan NATO salah, ancaman itu merupakan peringatan terakhir bagi NATO.

“Jika NATO tetap dengan pendiriannya tidak mau bernegosiasi tentang kesepakatan itu, kita akan melihat Rusia mengerahkan rudal ‘obeng’ di perbatasan Eropa Barat,” imbuh Mangot.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.