Menguatkan Kiprah Dewan Kehutanan Nasional, Kawal Kualitas Kebijakan LHK

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Bambang Hendroyono memberikan arahannya pada Silaturahmi/Halal bi Halal virtual anggota dan pengurus DKN tahun 2020 pada Sabtu (13/6/20), Sumber gambar: PPID KLHK

terkini.id-Jakarta, Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional (DKN), Bambang Hendroyono meminta seluruh anggota DKN kembali menguatkan kiprahnya dalam menjembatani hadirnya produk kebijakan yang berkualitas agar mendorong pengelolaan sektor kehutanan dan lingkungan hidup di Indonesia menjadi semakin baik.

Dilansir dari laman PPID Humas KLHK, Minggu (14/06/20). Diketahui Dewan Kehutanan Nasional atau DKN merupakan mitra strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebagai organisasi yang terdiri dari para rimbawan yang terbagi menjadi lima kamar, yaitu kamar Pemerintah, kamar masyarakat, kamar LSM, kamar bisnis dan kamar akademisi. Kiprah DKN diharapkan bisa mencapai level tertingginya.

“Saya berharap kedepan DKN dapat berkontribusi memberikan saran dan masukan dalam perumusan kebijakan pemerintah utamanya di KLHK,” ujar Bambang memberikan arahannya pada Silaturahmi/Halal bi Halal virtual anggota dan pengurus DKN tahun 2020 pada Sabtu (13/6/20).

Bambang selaku ketua Presidium DKN pun berujar jika kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai presidium DKN saat ini akan dijalankan sebaik-baiknya, salah satunya dengan menjembatani kerjasama KLHK dengan DKN menjadi semakin baik. “Keberadaan DKN dikukuhkan dalam keputusan Menteri LHK Siti Nurbaya, karena DKN ini adalah mitra kerja strategis KLHK,” tuturnya.

Menarik untuk Anda:

DKN pada masa kepemimpinannya akan diarahkan untuk bekerja selaras dengan arah kebijakan nasional yang mengedepankan kepentingan masyarakat. Keberadaan kamar masyarakat dan kamar LSM dalam DKN akan dioptimalkan, bersinergi dengan kamar pemerintah, bisnis dan akademisi, DKN harus lebih banyak mendengarkan keinginan masyarakat di tingkat tapak yang kemudian dielaborasi dalam menyusun masukan-masukan untuk perumusan kebijakan pemerintah.

“Dari tapaklah peran DKN ini, dengarkanlah suara-suara mereka, dengarkanlah apa yang dihadapi mereka di lapangan, dengarkanlah perwakilan-perwakilan mereka. Karena kalau dari pengalaman saya, jika tidak berasal dari tapak masyarakat, sulit bagi DKN untuk memposisikan masukan-masukan strategis,” jelasnya.

Bambang pun berpesan agar penguatan kelembagaan DKN dilakukan melalui penguatan (Dewan Kehutanan Nasional)
DKN dan Dewan Kehutanan Daerah (DKD) di propinsi, untuk sinergitas dan fasilitasi program kerja pusat dan daerah. Disamping itu, mengokohkan positioning DKN dengan semakin banyak terlibat pada diskusi-diskusi yang saat ini lebih intens terjadi di tengah masyarakat terkait isu kehutanan dan lingkungan hidup. Program kerja DKN juga diharapkan tidak terlalu banyak, namun fokus dan memiliki benang merah dengan kebijakan Pemerintah.

“Saya berharap kedepan apapun yang terjadi di lapangan yang kita lihat dan rasakan, kita diskusikan di DKN, agar bisa menjadi jembatan emas untuk semua pihak,” imbuhnya.

DKN saat ini mempunyai beberapa program untuk mendukung kebijakan pemerintah di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, seperti program-program yang terkait persoalan tata kelola kehutanan, penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), percepatan perhutanan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk penyelesaian konflik di dalamnya, kontribusi NDC dalam pengendalian perubahan iklim, serta revitalisasi bisnis kehutanan.

Halal bi halal DKN berbasis daring ini dihadiri oleh wakil ketua, ketua kamar, ketua komisi dan perwakilan anggota DKN dan DKD di seluruh Indonesia.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Menggali Karakter Kepemimpinan Raja-Raja Maros, KKN PPL Terpadu UNM Sukses Gelar Seminar Sejarah Lokal

Mentan SYL Minta Paslon RINDU Miliki Jiwa Leadership

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar