Menkes Ungkap Kasus Varian Omicron di Indonesia Tak Perlu Oksigen, Ini Alasannya!

Terkini.id, JakartaMenkes ungkap kasus varian Omicron di Indonesia tak perlu oksigen, ini alasannya! Saat ini total ada 152 kasus kasus virus corona atau Covid-19 varian teranyar Omicron di Tanah Air.

Dijelaskan, sebanyak enam di antaranya menular lokal dalam masyarakat sementara sisanya memiliki catatan riwayat perjalanan internasional.

Kendati demikian, kabar baiknya adalah rata-rata tidak memiliki gejala dan gejala ringan.

Baca Juga: Kabar Gembira! Menkes Janji Bakal Angkat Nakes Honorer jadi PNS

Kendati demikain, memang sebagian besar dari mereka sudah vaksin dua dosis, atau lebih dari 70 persen. Akan tetapi, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan gejala mereka cukup ringan.

“Kami mungkin sedikit update mengenai kasus Omicron di Indonesia dari 152 yang masuk di Indonesia itu lebih setengahnya adalah tanpa gejala, setengahnya lagi adalah sakit ringan,” paparnya secara virtual di Jakarta, Senin 3 Januari 2021.

Baca Juga: Jokowi Bertekad Atasi Stunting di Indonesia, Menkes: Vaksin PCV dan...

Ringan yang dimaksud menurut Menkes Budi yaitu pasien tidak memerlukan bantuan oksigen. Angka saturasinya pun masih bagus.

“Artinya tidak membutuhkan oksigen, saturasinya masih di atas 95 persen,” jelasnya.

“(Sebanyak) 23 persennya atau 34 orang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah,” imbuh Budi Gunadi.

Baca Juga: Jokowi Bertekad Atasi Stunting di Indonesia, Menkes: Vaksin PCV dan...

Hal itu menegaskan penelitian para ahli, varian Omicron memang lebih ringan gejalanya ketimbang varian Delta, tetapi memang cepat menular.

Menurut Budi Gunadi, pasien secara keseluruhan diberi obat dan vitamin lalu dirawat di rumah.

“Jadi kita melihat, sampai sekarang tidak ada yang membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit, (sebab) cukup dikasih obat dan vitamin mereka sudah bisa kembali ke rumah,” ungkapnya.

Bagikan