Terkini.id, Jakarta – Menlu RI menyampaikan bahwa Menlu India menyebut dua politisi penghina Nabi dinonaktifkan dari partai, Sabtu 18 Juni 2022.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan antara para Menlu ASEAN-India yang dilaksanakan di New Delhi, India. Pada pertemuan tersebut, Retno mengecam atas pernyataan dua politikus penghina Nabi Muhammad SAW.
“Di dalam pertemuan komisi bersama tadi saya menyampaikan beberapa hal, saya sampaikan secara khusus kepada Menlu India mengenai keprihatinan dan kecaman terhadap pernyataan dua politisi partai BJP yang menghina Nabi Muhammad,” bebernya Retno pada kanal YouTube Kemlu RI, MoFA Indonesia, seperti dilihat pada Sabtu 18 Juni 2022.
Ia melanjutkan bahwa Menlu India menyatakan bahwa statement dua politisi tersebut tidak mencerminkan sama sekali posisi partai BJP.
“Sebagai tanggapan Menteri Luar Negeri India menyatakan bahwa statement dua politisi tersebut tidak mencerminkan sama sekali posisi partai BJP dan juga tidak mencerminkan sama sekali posisi Pemerintah India,” jelasnya.
- Anggota DPR Apresiasi Menlu RI Tidak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
- Presiden Jokowi Terima Kunjungan Menlu Arab Saudi, Simak yang Dibahas
- Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Ini Komentar Menlu Retno Marsudi
- Perlawanan Warga Anti LGBT Simpan Bendera Pelangi di Jalan: Injak Aja!!
- Protes Bendera LGBT, Menteri Luar Negeri RI Panggil Dubes Inggris
Ia juga mengutarakan bahwa dua politisi tersebut telah diberhentikan dari jabatannya dan telah dinonaktifkan dari partai.
“Menlu India menjelaskan bahwa dua politisi tersebut telah diberhentikan dari jabatannya dan telah dinonaktifkan dari partai,” pungkasnya.
“Lebih lanjut Menteri Luar Negeri India menjelaskan secara lebih rinci statement yang dikeluarkan BJP antara lain, BJP menghormati semua agama, BJP menolak dengan keras penghinaan terhadap agama, dan BJP menentang dengan keras ideologi yang menghina atau merendahkan agama tertentu,” lanjutnya.
Retno Marsudi juga menjelaskan bahwa pentingnya dikembangkan budaya toleransi dan saling menghormati.
“Saya ulangi apa yang saya sampaikan pada pertemuan para Menlu ASEAN-India mengenai pentingnya terus dikembangkan budaya toleransi dan saling menghormati,” ujarnya.
“Hanya dengan saling menghormati perbedaan termasuk perbedaan agama, maka persahabatan dan kerja sama akan dapat diperkuat,” tambahnya.
Retno juga menyampaikan bahwa kedua negara sepakat untuk kembali melanjutkan program Indonesia-India interfaith dialogue yang pernah diselenggarakan pada tahun 2018.
“Dalam rangka ini kedua negara sepakat untuk kembali melanjutkan program Indonesia-India interfaith dialogue yang pernah diselenggarakan pada tahun 2018,” katanya.
“Dalam pembicaraan tadi kita berusaha dalam interfaith dialogue yang kedua dapat dilakukan apabila tidak menjelang akhir tahun ini, maka dapat dilakukan pada tahun 2023,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
