Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melaksanakan kunjungan kerja di Kab. Bantaeng untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus panen jagung. Mentan berpesan agar kesejahteraan petani diperhatikan.
“Kita sangat butuh agar pangan tidak bermasalah, oleh karena itu mari kita perhatikan kesejahteraan petani yang telah menyiapkan pangan untuk kita. Petani yang telah berjuang menyiapkan pangan adalah pahlawan, apalagi dalam suasana seperti saat ini,” tutur Mentan.
Menyikapi harga jagung yang berada pada kisaran harga Rp.1600-1700, Menteri Pertanian meminta kepada seluruh tim satgas pangan agar bekerja lebih giat untuk membantu petani.
”Saya minta, Satgas Pangan agar bekerja maksimal, Bupati, Kadis, Kapolres, Dandim, Kajari agar lebih maksimal lagi dalam membantu petani. Harus tegas demi kesejahteraan petani. Jangan sampai ada orang-orang yang bermain, dia hanya membeli tapi keuntungannya lebih besar dari petani,” ungkap Mentan.
“Semua integrator harus diajak untuk stabilisasi harga, kestabilan pangan dan kondisi antara harga pasar dengan petani harus seimbang,” tutur Mentan.
- Industri Jasa Keuangan Sulsel Tetap Ekspansif, Investor Pasar Modal Melonjak 79 Persen
- TPS 3R Kelurahan Baru Buktikan Pilah Sampah Bernilai Ekonomi, Produksi Maggot Capai 50 Kg per Hari
- OJK Catat 1.941 Layanan Konsumen, Fintech Masih Dominasi Pengaduan di Sulsel
- Kepala BGN Tegaskan Pembenahan Total Program MBG, Kerja Harus Benar Dan Pener
- DPRD Gowa Dukung Pencabutan Perda Lembaga Adat, Fahmi Adam: Demi Kepastian Hukum dan Hormati Sejarah Kesultanan Gowa
Di sisi lain, Mentan meminta kepada petani agar memenuhi semua syarat-syarat yang dibutuhkan dalam menjual jagung dengan harga yang layak. “Tolong diperhatikan, kalau menjual jagung, diusahakan untuk melakukan penanganan pascapanen. Lakukan pengertian sehingga kadar airnya sesuai dengan kebutuhan industri, dan pasti harganya bagus,” tegas Mentan.
Terkait dengan ketidakstabilan harga jagung di beberapa daerah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa BPPSDMP akan memaksimalkan peranan Kostratani agar ikut membantu petani dalam mengawal stabilisasi harga.
“Kostratani akan dimaksimalkan agar turut serta mengawal stabilisasi harga. Penyuluh di setiap kostratani harus mampu memfasilitasi agar setiap petani binaannya mendapatkan harga yang layak dari setiap komoditas yang dibudidayakan. Petani harus mengawal dan membina cara pengolahan pascapanen yang baik sehingga kualitas produk, khususnya kadar air sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas Prof Dedi. (WLN8)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
