Program YESS PPIU Sulawesi Selatan Gelar DMF di Bantaeng, Wakil Bupati: Program Ini Sangat Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat Bantaeng

Program YESS PPIU Bantaeng Gelar DMF di Bantaeng

Kegiatan District Multi-Stakeholder Forum (DMF) Program Yess PPIU Sulawesi Selatan Kabupaten Bantaeng dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bantaeng Drs. H. Sahabuddin, didampingi oleh Dr. Ir. Syaifuddin, MP selaku Direktur Polbangtan Gowa, Ir. Budi Taufiq, M.Si selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Drs. Nur Syalim, M.Si sebagai Kabid. Ekonomi BAPPEDA Kab. Bantaeng, dan  Inneke Kusumawaty selaku Project Manager Program Yess.

Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng pada hari Selasa 06 Oktober 2020, kegiatan ini dihadiri setidaknya 57  orang yang terdiri dari Para duta milenial pertanian, Perwakilan dari dinas-dinas terkait, BPP, P4S dan ormas-ormas di sektor pertanian di Kabupaten Bantaeng.

Dalam sambutan pidatonya, Direktur Polbangtan Gowa berharap agar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bantaeng ikut mendukung keberlangsungan dan keberhasilan Program Yess ini.  “Terima kasih atas bantuan dan dukungan kepada pemerintah Kabupaten Bantaeng, sehingga program Yess sampai saat ini masih berjalan dengan sangat baik dan lancar” tutup Direktur Polbangtan Gowa. 

“Program Yess ini sangat relevan dengan masyarakat di Kabupaten Bantaeng yang jumlahnya kurang lebih 203 ribu penduduk dimana mayoritas dari mereka adalah petani, sehingga kita harus menyambut dengan penuh optimisme dan semangat program ini demi kemajuan kita bersama khususnya di sektor pertanian” ujar Wabup Bantaeng dalam sambutan pembukaannya. 

H. Sahabuddin juga berharap agar seluruh stakeholder dapat saling bekerjasama agar program ini dapat berjalan sesuai dengan visi dan misinya. “Mari kita bersama-sama menguatkan kerjasama untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan potensi pertanian kita” sambunnya.

Menarik untuk Anda:

Dalam kesempatan ini pula, Sandi Octa Susila selaku Duta Petani Milenil diberikan kesempatan untuk memberikan motivasi kepada para peserta agar dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mereka, khususnya wirausaha di bidang pertanian. “Sektor pertanian adalah sektor yang paling bonafit dan tidak mudah terkontraksi oleh kondisi apapun. Sehingga keliru jika seseorang berfikir bahwa lapangan kerja di bidang pertanian tidak menjanjikan” ucap Sandi. 

Sebagai upaya optimalisasi implementasi Program Yess, sebanyak 6 (enam) BPP dan 2 (dua) P4S di Kabupaten Bantaeng mendapat bantuan dari Program Yess berupa perangkat IT dan alat transportasi.

Salah satu agenda yang tertuang dalam program YESS adalah penguatan BPP yang berada di empat provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. BPP tersebut akan menjadi sentra koordinasi dan kegiatan petani milenial dalam mengembangkan usahanya.

Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan program YESS, maka diperlukan peningkatan kapasitas bagi penyuluh maupun petugas dalam BPP. Diharapkan melalui peningkatan kapasitas BPP dalam mendukung pengembangan usaha petani milenial ini masalah pengangguran dapat teratasi dengan terbukanya peluang kerja di sektor pertanian melalui penumbuhan wirausahawan muda pertanian sehingga dapat menekan kemiskinan dan arus urbanisasi ke kota dari kaum muda.

Dimana pemuda milenial melakukan pengelolaan usaha pertanian yang diarahkan secara berkelompok dan mengembangkan usaha secara bersama. 

Pelibatan BPP dalam Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) tidak terlepas dari arahan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatan yang mengatakan bahwa setiap elemen pelaku pertanian harus selalu bersinergai, bahu membahu, saling membantu dan melengkapi dalam pembangunan pertanian.

Sinergitas dan bahu membahu penting dilakukan agar terjadi kesinambungan dalam pembangunan pertanian. Hal ini dikarenakan sektor pertanian merupakan salah satu garda terdepan pembangunan nasional. Sektor pertanian tetap harus menyediakan menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, tidak boleh berhenti, apalagi di tengah pandeni Covid-19. Pertanian harus selalu produktif, mampu beradaptasi sesuai dengan tuntutan era yang kita hadapi saat ini. 

Senada dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan sebPengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan pada kesempatan yang lain bahwa membangun SDM pertanian sebagai penggerak dan agen pembangunan pertanian sangat diperlukan. Upaya membangun dan meningkatkankan kompetensi SDM pelaku pertanian bisa dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai sentra Komando Strategis Pertanian (Kostratani).

Melalui BPP, dapat dilakukan penyiapan dan updating secara berkala model bisnis untuk membantu pemuda perdesaan dalam memilih usaha potensial yang menguntungkan. BPP sebagai media Komando Strategi Pertanian merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, dengan peran sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.  

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, BEM Unsa Makassar Gelar Bazar Penggalangan Dana Mubes

Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementerian Pertanian

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar