Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal Menteri Pekerjaan Umum (PU) Basuki Hadimuljono yang marah ke Anies Baswedan lantaran gubernur DKI Jakarta itu susah diajak kerjasama terkait penanganan banjir.
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Minggu 21 Februari 2021, menilai Anies bukan susah diajak kerjasama melainkan ia tak mengerti maksud ucapan dari menteri PU tersebut.
“Bukan susah kerjasama, pak Bas. Emang doi gak ngerti apa yang pak Bas maksud,” cuit Denny Siregar.
Seharusnya, kata Denny, jika Menteri Basuki ingin mengobrol dengan Anies Baswedan maka harus pakai kelir agar mantan Mendikbud itu mengerti.
“Harusnya kalo ngobrol ama aniesbaswedan pake kelir, baru doi ngangguk-ngangguk,” kata Denny Siregar menandai Twitter Anies Baswedan.
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
- Melalui Nobar Piala Dunia, Polsek Arungkeke Merajut Kebersamaan Dengan Warga
Dalam cuitannya itu, Denny juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul ‘Hasto Ungkap, Menteri PU Marah-Marah karena Susah Kerja Sama dengan Anies Tangani Banjir Jakarta’ yang tayang di situs Kompas TV, Minggu 21 Februari 2021.
Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap Menteri PU Basuki Hadimuljono sempat marah-marah karena sulit bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menangani banjir Jakarta.
“Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” ungkap Hasto.
Hasto juga mengungkapkan bahwa banjir sangat merugikan warga. Dia pun bisa merasakan bagaimana kerugian warga yang terdampak banjir.
Pasalnya, menurut Hasto, kediaman Hasto di Villa Taman Kartini, Bekasi pun ikut kebanjiran. Ini sudah tahun ketiga dia merasakan kebanjiran.
“Selain lumpur di mana-mana, barang rusak, yang paling membuat khawatir adalah ular sering terbawa. Selain itu kecoa ada dimana-mana. Tempat menjadi terasa kumuh dan tentu saja ancaman penyakit. Jadi saya bisa merasakan betapa susahnya warga Jakarta yang sering terdampak banjir,” tuturnya.
Oleh karenanya, lanjut Hasto, wajar jika dirinya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan banjir.
“Kalau saya mengkritik Pak Anies, itu karena bagian tanggung jawab pemimpin guna mengantisipasi banjir,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
