Makassar Terkini
Masuk

Menurut Politikus PDIP, Menteri Dalam Kabinet Jokowi Adalah Badut Politik Yang Memanfaatkan Isu Tiga Periode Demi Kepentingan Pribadi

Terkini.id, Jakarta – Komarudin Watubun selaku anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan menyamakan para menteri dalam jajaran kabinet Jokowi sebagai badut politik yang mencari sensasi demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Menurut Komarudin badut politik tersebut adalah para menteri yang menyebarkan wacana Jokowi 3 Periode dan penundaan pemilu.

“Saya pikir badut-badut politik banyak memanfaatkan isu tiga periode untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka. Seperti menteri-menteri yang sebenarnya tidak punya kewenangan untuk bicara urusan ini tetapi ikut bicara itu kan ngawur,” kata Komarudin kepada wartawan, dilansir dari halaman CNN Indonesia, Rabu 13 April 2022.

Komarudin menilai para menteri yang merupakan badut politik itu terus memanfaatkan isu publik demi keuntungan bisnis mereka sendiri. Mulai dari penanganan Covid-19 hingga Ibu Kota Negara (IKN).

“Badut-badut politik itu, mereka ini boncengi isu krisis ekonomi nasional Covid, dan sebagainya, lalu mengusulkan tiga periode dan seterusnya,” jelasnya.

Komarudin yang memiliki jabatan sebagai Ketua Badan Kehormatan PDIP ini menilai bahwa anggapan kalau menteri tersebut sudah tidak membicarakan Jokowi 3 Periode itu salah.

Nyatanya walaupun perintah Jokowi yang melarang membahas mengenai topik sensitif tersebut. Para menteri dalam jajaran kabinetnya tetap melakukan kampanye secara diam-diam agar perpanjangan jabatan dan penundaan pemilu bisa terwujud.

“Untuk wacana ini ya ini kan kita butuh kejujuran, kejujuran semua pihak,” tegas Komarudin.

“Jadi kita sudah ngomong berhenti dengan wacana tiga periode ya harus berhenti. Jangan di depan publik kita ngomong berhenti tetapi di belakang tetap diam-diam manuver untuk agenda tiga periode,” terangnya.

Ia juga menanyakan mengapa menteri jajaran kabinet Jokowi tidak ada yang melaksanakan kewajibannya untuk membantu tugas Presiden Jokowi dalam menangani masalah nasional seperti kelangkaan minyak goreng.

“Harusnya serius bantu presiden supaya tidak terjadi seperti saat ini urusan minyak goreng saja jadi masalah serius, justru harus Presiden yang harus tangan, untuk apa ada menteri?” ucapnya.

Komarudin menilai semua menteri Jokowi harus mendapatkan penilaian mengenai kinerja mereka selama ini. Apakah para menteri tersebut memiliki kinerja yang positif atau hanya menjadi benalu semata.

“Cek menteri-menteri itu satu-satu gimana capaian target tugas kerja yang berikan oleh Presiden kepada mereka menteri yang ngomong-ngomong tiga periode ini punya prestasinya apa saja,” imbuhnya.