Bisa Menyebabkan Tuli, Ini Bahaya Membawa Anak Bayi ke Bioskop

Bisa Menyebabkan Tuli, Ini Bahaya Membawa Anak Bayi ke Bioskop
Bisa Menyebabkan Tuli, Ini Bahaya Membawa Anak Bayi ke Bioskop

Terkini.id, Jakarta – Dalam beberapa waktu terakhir, bioskop di sejumlah kota menjadi ramai oleh pengunjung setelah film Avengers: Endgame mulai tayang.

Umumnya, banyak yang menyarankan agar sebaiknya tak membawa bayi ke dalam bioskop. Itu karena bisa mengganggu penonton lain.

Apalagi, jika film yang ditonton bergenre horor. Bukan hanya mengganggu penonton lain, bayi yang menangis karena film horor bisa menimbulkan rasa trauma bagi dirinya.

Tapi bukan cuma itu alasannya mengapa sebaiknya tak membawa bayi ke dalam bioskop. Alasan lainnya adalah kesehatan bayi.

Banyak pendapat mengatakan bahwa usia 2,5 – 3 tahun anak-anak sudah boleh nonton film. Di usia itu anak sudah mulai memahami jalan cerita anak bertema sederhana.

Akan tetapi, indra pendengar dan penglihatan batita masih belum siap untuk menerima kerasnya suara bioskop dan tajamnya gambar layar bioskop.

Pemerhati anak, menyebutkan usia 4 tahun adalah usia tepat. Karena di usia itu anak sudah bisa mengikuti alur cerita secara lengkap dan memiliki kesabaran untuk duduk tenang lebih dari 1 jam.

Dilansir dari laman parenting.co.id, anak relatif memiliki rentang perhatian yang pendek dan sulit duduk diam untuk waktu yang panjang.

Tambahan lagi, di usia itu, anak-anak sudah tidak terlalu sensitif dengan suara keras dan sinar yang terang dari layar.

Brenda Nixon, penulis buku The Birth to Five Book, mengungkapkan, suara dengan ukuran 90 desibel (satuan intensitas suara) atau lebih bisa menyakitkan bagi telinga anak-anak. Bahkan suara di atas 100 desibel bisa menyebabkan tuli.

Dalam beberapa tahun terakhir, film anak-anak mencapai hingga 130 desibel. Belum lagi beberapa bayi memiliki kepekaan berbeda.

Dilansir dari beritagar, tingkat desibel yang kecil bisa saja mengganggu pendengaran bayi.

Satu pendapat dengan Brenda, pergi dan menyaksikan film ke gedung sinema bersama bayi sebaiknya dipikir secara matang.

“Bukan permasalahan boleh atau tidak bayi dibawa masuk ke dalam sinema. Tapi pemicu utama adalah intensitas bunyi yang dikeluarkan dari pengeras suara,” kata dokter Harim Priyono, SpTHT-KL(K) staf Departemen Telinga, Hidung, dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dilansir dari Liputan6.

Berita Terkait