Terkini.id, Jakarta – Usai peristiwa kedatangan polisi di desa Wadas, Suasana masih belum kembali normal.
Perwakilan Solidaritas untuk Wadas, Heronimus Hemon, mengungkapkan warga secara umum tampak ketakutan usai aksi dugaan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.
“Rasa takut dan trauma tak henti-hentinya menghantui kehidupan warga Wadas. Puluhan anak, saudara dan suami diangkut paksa tanpa alasan oleh Polres Purworejo menambah kekhawatiran sanak keluarga yang menantikan kepulangan mereka,” kata Heronimus dikutip dari laman Republika pada Kamis, 10 Februari 2022.
Heronimus menilai, para warga Wadas tengah mengalami tekanan psikis karena rasa khawatir terhadap anggota keluarga yang ditangkap.
Ia menyampaikan bahwa peristiwa pengepungan oleh aparat itu memperdalam ingatan warga tentang kekerasan yang pernah terjadi pada 23 April 2021.
Dalam catatannya, peristiwa di tahun lalu itu melibatkan sedikitnya 16 kali patroli polisi bersenjata lengkap di Wadas selama hingga bulan Oktober 2021.
Heronimus menyatakan kehidupan warga belum bisa kembali normal hingga Kamis kemarin.
“Alat pertanian, alat pembuatan besek, alat mencari rumput dirampas polisi. Penyerbuan itu merubah total kehidupan warga, terutama aktivitas ekonomi mereka,” ujar Heronimus.
Selain itu, Heronimus menyampaikan bahwa kecukupan untuk kebutuhan pangan warga terganggu. Saat ini, warga memanfaatkan pasokan logistik yang tersisa di rumah.
“Pengepungan aparat kepolisian membuat warga tidak berani keluar desa untuk mencari bahan makanan. Jika tetap memaksa keluar, cecaran pertanyaan dan penangkapan mungkin akan terjadi,” ucap Heronimus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
