Terkini.id, Jakarta – Kisruh lahan di Desa Wadas menggegerkan publik, sebelumnya diketahui sejumlah kepolisian dikerahkan untuk melakukan penjagaan terkait proyek bendungan nasional.
Rabu, 9 Februari 2022, Menko Polhukam, Mahfud MD, memberikan pernyataan pemerintah kepada media, terkait isu kisruh lahan di Desa Wadas, Purwerejo.
Menurut Mahfud, keadaan di Desa Wadas tidak seperti apa yang diinformasikan dalam media sosial.
Pernyataan Mahfud MD merupakan pernyataan pemerintah yang dilandasi oleh rapat khusus hasil penelitian langsung di lokasi.
“Informasi dan pemberitaan, yang menggambarkan seakan-akan situasi mencekam di Desa Wadas pada hari senin kemarin, itu sama sekali tidak terjadi sebagaimana yang digambarkan, terutama di media sosial,” ujar Mahfud MD kepada media, dilansir dari TV One.
- Mahfud MD Tegaskan Perpol 10 2025 Adalah Pembangkangan Terhadap Konstitusi
- Mahfud MD Enggan Terima Honor Saat Jadi Khatib di Masjid Al-Markaz
- Lewat Pantun di Kampanye Ganjar, Butet Kartaredjasa Sindir Jokowi: Ini Banteng-Banteng yang Dilukai, Siapa yang Melukai?
- Cak Imin: Kalau jadi Wapres Ga Ada Gunanya Ya Mundur!
- Mahfud MD Akan Kirim Tim Untuk Investigasi Dugaan Intimidasi yang Diterima Melki
Mahfud bahkan menyatakan bahwa Wadas dalam keadaan tenang dan damai, “karena, Wadas itu dalam keadaan tenang dan damai, terutama sekarang ini,” ujar Mahfud melanjutkan.
Bahkan Mahfud meyakinkan dengan mengatakan bahwa siapapun yang tidak percaya akan pernyataannya, boleh langsung ke Desa Wadas.
“Yang tidak percaya boleh kesana, siapa saja, karena ini sangat terbuka,” ujar Mahfud melanjutkan.
Untuk menegaskan, Mahfud menyampaikan bahwa situasi dan kondisi di Desa Wadas sampai saat ini terlihat normal dan kondusif.
“Situasi dan kondisi di Desa Wadas, sekarang ini normal dan kondusif,” ujar Mahfud melanjutkan.
Mahfud juga menginformasikan bahwa seluruh warga yang diamankan di Mapolres Puwerjo, sudah dipulangkan.
“Seluruh warga, yang kemarin diamankan, diamankan!, sudah dilepaskan, semuanya,” ujar Mahfud.
Selanjutnya, Mahfud menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Barat, Ganjar Pranowo, akan melakukan dialog dengan warga yang menolak proyek bendungan tersebut.
“Sebagian warga sudah setuju dilakukan penambangan batu andesit untuk keperluan pembangunan bendungan, tapi memang sebagian lagi belum setuju,” ujar Mahfud melanjutkan.
“Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah akan melakukan dialog kepada warga yang belum setuju,” ujar Mahfud menginformasikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
