Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Susilawati merasa nasibnya kini serupa dengan nasib Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Ia merasa memiliki sikap positif dan mencerahkan sama seperti Presiden Jokowi, namun masih juga di-bully.
“Saya kok jadi sama nasibnya dengan Pak Jokowi udah positif mencerahkan juga masih dibully,” kata Susilawati melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 19 Maret 2022.
Bersama cuitannya tersebut, ia membagikan cuitannya yang lain. Ia megaku bahwa ke depannya, ia hanya akan membagikan tulisan.
“Sudah cukup ya teman-teman, mulai saat ini saya hanya share tulisan,” katanya.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Susilawati juga meminta maaf apabila pencerahan-pencerahannya selama ini kurang berkenan di hati netizen.
Ia mengaku bahwa selama ini, ia hanya ingin membuat ruang nasional yang lebih kondusif agara semua orang bisa produktif dan bahagia.
“Mohon maaf jika pencerahan-pencerahan yang saya sampaikan selama ini kurang berkenan dengan teman-teman,” kata Susilawati.
“Saya hanya bermaksud agar ruang nasional lebih kondusif sehingga kita semua bisa produktif dan bahagia,” sambungnya.
Ditelusuri Terkini.id, penyataan Susilawati pun malah mendapat banyak sindiran-sindiran dari netizen.
Netizen dengan nama akun @bunda_ros*** menyindir abhwa selama ini, Susilawati sama sekali tidak memberikan pencerahannya.
“Selama ini ibu bukan kasih pencerahan, tapi nyata ibu mempermalukan diri sendiri yang merasa paling pinter tapi narasi nya gak ada makna yang bisa dicerna dengan logika,” katanya.
Sejalan dengan itu, netizen dengan nama akun @Jamaluddinis** menilai Susilawati tidak melakukan pencerahan, melainkan pembodohan.
“Anda bukan melakukan pencerahan tapi pembodohan. Dan anda tidak bisa membedakan yang mana pencerahan yang mana pembodohan. Karena aslinya anda memang bodoh. Gelar anda kebanyakan tapi kebodohan anda kebangetan,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
