Ribuan Pelari Minati Terobosan Virtual Run di Masa Pandemi COVID-19

Terkini.id,Makassar- Olahraga lari secara virtual atau virtual run seperti yang diadakan oleh Engineers Meet Up (EMU) Virtual Run 2020 Ikatek Unhas kini menjadi tren olahraga baru di Kota Makassar, Minggu 4 oktober 2020. Event ini bahkan diminati tak kurang dari 1000 pelari.

Event virtual run ini melakukan flag off atau pengibaran bendera start di rumah jabatan Wali Kota Makassar, pada pukul 06.30 Wita dan finish di rumah kopi Plazgozz, Jalan Pendidikan, Tidung, Kota Makassar.

Ketua Panitia EMU 2020 Ikatek Unhas, Sri Asri Wulandari, membuka langsung rangkaian penyelenggaran event lari virtual ini. Sri Asri mengatakan, event ini sangat menarik perhatian para pelari.

Baca Juga: Dear Penyintas Covid-19, Ayo Donor Plasma Konvalesen

“Ada 889 orang mendaftar secara resmi dan berhak mendapatkan mendali dan yang lainnya, di tambah lagi panitia, sponsor dan vip jadi totalnya 1000 orang,” kata Sri pada saat sambutan.

Sri Asri mengatakan, virtual run ini aman dan menyehatkan. Terutama karena menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19 dan pertama kali diadakan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga: BNPB Minta Kelompok Rentan Covid-19 di Pengungsian Gempa Sulbar Dipisah

Dia juga mengatakan, kegiatan ini meningkatkan imun dan kebersamaan dengan masyarakat kota Makassar untuk lari bersama, termasuk di antaranya untuk saling bersilaturahmi .

“Karena Ini terobasan baru yang tidak pernah mati akal dalam situasi apapun selalu ada terobosan baru sehingga kedepannya akan lahir 09 runner yang akan di lantik oleh Ikatek Unhas,” tutur Sri.

Sementara itu, seorang panitia bernama Jeje mengatakan, banyaknya peminat event ini tak terlepas dari terobosan konsep virtual run. Konsep Virtual run, kata dia adalah konsep lari yang pesertanya menggunakan sejumlah aplikasi zoom, strava, garmin, dan lainnya. Sejumlah aplikasi tersebut membuat event lari menjadi lebih terinovasi.

Baca Juga: BNPB Minta Kelompok Rentan Covid-19 di Pengungsian Gempa Sulbar Dipisah

Khusus pengguna aplikasi garmin, aplikasi ini menjadi lebih menarik lantaran ia mempunyai kemampuan menghitung jumlah langkah peserta lari, kecepatan sejak titik start hingga finish. Kendati demikian, aplikasi lainnya juga boleh digunakan.

“Jadi virtual run ini tidak hanya dikhususkan aplikasi lari. semua peserta yang punya aplikasi zoom,strava,dan garmin sports silahkan dipake ,” ujar Jeje saat ditemui terpisah.

Ia juga menambahkan karena ini virtual, Maka ditiadakan yang namanya podium karena cukup sulit untuk mengukur siapa yang pertama namun hasil larinya itu difotodan di-upload ke medsos dan take panitia.

Sementara itu, seorang alumnus Jurusan Perkapalan Teknik Unhas , Ridwan runner 09 mengungkapkan, virtual run ini menjadi pelecut untuk terus berkarya dan berinovasi. Sementara terkait kondisi pandemi COVID-19, dia meminta semua pihak tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Virtual run ini juga menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 tidak menjadi halangan atau hambatan tetapi menjadi peluang untuk tetap berkarya dan berkreatifitas,” ungkapnya.

Bagikan