Meski Ditunda, Polbangtan Gowa Siap Dukung Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Meski Ditunda, Polbangtan Gowa Siap Dukung Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, GOWA – Untuk membantu pemerintah memaksimalkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM), Kementerian Pertanian menunda pelaksanaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, yang seharusnya dilaksanakan mulai akhir Juli 2021. Meski demikian, hal tersebut tidak menurunkan semangat Polbangtan Gowa yang menyatakan siap menyukseskan kegiatan tersebut. 

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan SDM pertanian agar makin berkualitas khususnya penyuluh dan petani.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, SDM pertanian yang berkualitas menjadi prioritas kementan. Untuk itu perlu adanya pelatihan penyuluh dan petani untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.  

Lebih lanjut Syahrul Yasin Limpo menegaskan kuantitas SDM berkualitas menjadi target yang harus dipenuhi agar pertanian semakin berdaya saing. 

“Selain SDM pertanian berkualitas, jumlah mereka juga harus diperbanyak. Tujuannya untuk akselerasi pencapaian target berbasis standardisasi tinggi. Dengan begitu, kuota ekspor pertanian Indonesia akan terus naik,” ujarnya.

Baca Juga

Di lain sisi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memastikan akan terus menggenjot Peningkatan Kompetensi SDM diseluruh pelosok tanah air secara online melalui pelatihan pertanian meskipun masa pandemi ini. 

“Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab, peningkatan produktivitas bukan hanya karena teknologi terbaru dan benih bagus saja tetapi juga peningkatan kapasitas dan keterampilan insan pertaniannya yaitu penyuluh dan petani,” ungkapnya.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, menambahkan pihaknya bertanggungjawab terhadap 2 Provinsi yaitu Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat yang siap mensukseskan program pelatihan karena akan meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh.

“Kami maksimal dalam mengemban amanah ini karena ini demi peningkatan kapasitas petani dan penyuluh kita. Kita sama-sama tau bahwa kunci dari ketahanan pangan kita ada di petani dan penyuluh, oleh karena itu program ini sangat tepat,” ujar Syaifuddin.

Pada tanggal 23 Juli, petani dan penyuluh yang teregistrasi di Provinsi Sulawesi Utara mencapai 7 %. Realisasi sampai tanggal 26 sudah mencapai 91 % dan hari ini akan melampui 100 % (27 Juli 2021). 

Sedangkan di Provinsi Sulawesi Barat, pada tanggal 21 Juli yang teregistrasi yakni di bawah 10% tetapi dengan dilakukannya pertemuan bersama Tim dari Pusdik dan Pusluh dapat menjadikan jumlah penyuluh dan petani terregistrasi meningkat secara signifikan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.