Terkini.id, Jakarta – Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan tidak menutup kemungkinan institusi kepolisian akan merekrut lulusan madrasah khususnya penghafal Alquran menjadi polisi.
Komjen Listyo Sigit menjelaskan, nantinya akan ada anggota kepolisian yang bakal menyeleksi langsung ke madrasah maupun aliyah untuk mencari bibit penghafal Alquran yang berminat bergabung di Polri.
“Kalau memang dari madrasah, aliyah, kalau memang ada yang berminat jadi polisi pak, nanti biar nanti anggota kita datang tengok pak,” kata Komjen Listyo Sigit saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Rabu 20 Desember 2021.
Menurut calon Kapolri beragama nonmuslim ini, hal itu bisa ia lakukan jika Polri membutuhkan anggotanya yang memiliki kemampuan yang baik dalam mengaji dan menghafal Alquran.
“Kalau memang kita butuh anggota Polri yang memiliki kemampuan mengaji yang baik, hafal Quran,” ujar Komjen Listyo Sigit.
- Rayakan HUT ke-80, BNI Tebar Promo hingga Rp8 Juta untuk Nasabah
- Pedagang Es Kelapa Muda Rotterdam Pindah ke Depan Pasar Kampung Baru, Lebih Nyaman
- Polres Jeneponto Dalami Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Rukuruku Tanetea Bangkala Jeneponto
- Wakil Bupati Gowa Buka Temu Pendidik Nusantara XIII, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan
- Infinity Journey Tournament Padivalley Diikuti 200 Golfer, Hadiah Hole-in-One Mobil hingga Rumah
Adapun maksud dan tujuan pihaknya tersebut, kata Listyo, tak lain adalah untuk memberikan edukasi dan teladan kepada masyarakat luas.
“Dia bisa memberikan edukasi memimpin di masyarakat, jadi anggota yang bisa menjadi teladan,” ungkapnya.
Mengutip Hops.id, pernyataan Komjen Listyo Sigit terkait lulusan madrasah bisa menjadi polisi diungkapkannya saat menanggapi pernyataan dari anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Cucun Ahmad Sjamsurijal.
Cucun awalnya menjelaskan kepada Komjen Sigit terkait isu yang beredar bahwa lulusan aliyah atau madrasah dilarang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Ia pun lantas meminta agar Polri tidak membuat kebijakan serupa yang akan mempersulit siswa maupun siswi yang berasal dari madrasah.
“Hari ini beredar berita bahwa lulusan aliyah dilarang Perguruan Tinggi Negeri (PTN), ini jangan ada pak nanti statement-statement semacam ini di jajaran Polri karena ini melukai dan bisa membuat gejolak di masyarakat,” ungkap Cucun.
Cucun menyampaikan hal itu kepada Komjen Listyo Sigit lantaran dirinya juga merupakan lulusan dari madrasah.
“Saya mewakili komponen dari madrasah pak, saya anak madrasah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
