Terkini.id, Makassar – Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan ini, tentu sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Terbaru, harga cabai rawit terus menerus mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi mencapai Rp 70.000 per kilogram. Padahal, dari sisi stok melimpah.
Padahal, dua pekan sebelumnya, harga cabai rawit berada pada kisaran harga Rp50.000 per kilogram. Cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen dinilai sebagai penyebab.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlin Ariesta mengakui jika ada kenaikan harga beberapa komoditas di Pasar Tradisional, khususnya cabai rawit. Menurutnya, produksi cabai rawit di Sulawesi Selatan menurun.
“Produksinya (cabai rawit) yang sangat-sangat menurun, terpengruh sama cuaca, karena hujan. Padahal sempat turun 24 Februari lalu, tapi dari 28 Februari mulai naik lagi,” kata Arlin Ariesta, Selasa, 8 Maret 2022.
Pasokan cabai di Kota Makassar berasal dari beberapa kabupaten di Sulsel, terutama dari Enrekang dan Gowa. Lantas pasokannya masuk ke Pasar Terong Makassar. Menurutnya, pada dua kabupaten ini sering terjadi hujan sejak pekan lalu.
Pemerintah kota pun sedang mencari alternatif sumber produksi di luar kabupaten tersebut. Hal ini untuk mencegah kenaikan terus berlanjut hingga bulan Ramadan tiba.
“Kita berupaya mencari sumber-sumber produksi, tempat-tempat lain untuk menyuplai. Ketika butuh interfensi kebijakan, pertama dibahas oleh Tim Pengendali Inflasi, langkah-langkah intervensinya dalam rangka menekan fluktuasi harga tersebut. Jadi kita senantiasa memantau,” jelasnya.
Selain cabai rawit, beberapa komoditi di Makassar juga mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data hasil pantauan dari Dinas Perdagangan Makassar, lonjakan juga terjadi pada komoditas seperti bawang merah.
Bawang merah kini dijual Rp40.000, padahal pekan sebelumnya hanya berkisar Rp35.000 ribu per kilogram.
Khusus minyak goreng curah, kini dijual Rp20.000 dan bentuk kemasan Rp22.000 ribu per liter.
Seorang pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng Makassar, Irma mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga cabai rawit. Ia membeli dari distributor dengan harga yang sudah tinggi. Kini dijual Rp70.000 dari harga sebelumnya berkisar Rp40.000 per kilogram.
“Kenapa naik dari distributor saya tidak tahu, padahal stok banyak,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
