Makassar Terkini
Masuk

Meski Sudah Mediasi, Habib Palsu di Kalsel Tetap Dibawa ke Kantor Polisi

Terkini.id, Jakarta – Seorang pria bernama Ubbay Dillah Ayyubi beberapa bulan belakangan ini meresahkan warga Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel) lantaran mengaku sebagai seorang habib.. 

Pria yang tinggal di salah satu rumah warga di Desa Rantau Karau Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, Hulu Sungai Utara itu mengaku sebagai Habib Muhammad Zainuddin Assegaf dan mengisi ceramah ke berbagai tempat.

Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Kabupaten HSU pun turun tangan. MUI memediasi kasus tersebut untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Identitas Ubbay mulai terungkap ketika ditanyai oleh Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara dan tokoh agama Alabio serta para habib. 

Saat ditanyai mengenai ilmu agama dan surah-surah, serta ayat suci Alquran, Ubbay tidak bisa menjawabnya. Tak hanya itu, isi ceramah yang disampaikannya selama ini juga bertentangan dengan isi Alquran dan hadis.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Ubbay juga tidak bisa membuktikan bahwa ia keturunan dari Zuriatnya Rasulullah SAW atau sayyid/habib. Ia tidak terdaftar di Rabithah atau pun tidak punya buku nasab

Ubbay diamankan di Desa Rantau Karau Hulu, Minggu 24 Oktober 2021. Dalam mediasi tersebut Ubbay diminta membuat surat pernyataan bahwa dirinya bukanlah habib. 

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan mengatakan kasus tersebut dianggap sudah selesai.

“Untuk Ubbay yang mengaku habib palsu sudah dilakukan mediasi oleh MUI Kabupaten HSU dan permasalahan sudah selesai,” kata AKBP Afri saat dimintai konfirmasi, Senin 25 Oktober 2021, dilansir dari Detikcom.

Namun, meski kasus ‘habib palsu’ dianggap selesai, tidak membuat Ubbay bebas dari jeratan hukum.

Sebab, di dalam mobil Ubbay ditemukan sejumlah senjata tajam (sajam). Ubbay pun dibawa ke kantor polisi untuk diklarifikasi terkait temuan sajam tersebut.

“Akan tetapi Saudara Ubbay pada saat mau pulang di dalam mobilnya ditemukan senjata tajam jenis keris dan belati. Sehingga masih didalami untuk perkara penguasaan dan kepemilikan senjata tajamnya di Polsek Alabi,” jelas AKBP Afri.