Milenial Polbangtan Gowa dapat materi ‘’Talents Mapping”

Kegiatan Talents Mapping Polbangtan Gowa

Talents Mapping merupakan cara asesmen atau menilai dan menggali bakat (karateristik produktif) dan potensi kekuatan kita dengan tampilan hasil yang lengkap, mudah dipahami dan menarik. Cara ini bisa mengidentifikasi potensi kekuatan individu yang mencakup pengukuran dan pernyataan kekuatan diri (Personal Strengths Statement).

Generasi milenial merupakan generasi yang mencolok dibandingkan generasi sebelumnya, milenial disinyalir memiliki kreativitas dan kemampuan memanipulasi teknologi terkini. Meski banyak pandangan negatif terhadap milenial, nyatanya milenial memiliki potensi tersembunyi yang perlu digali. Guna memaksimalisasi potensi milenial. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Kuliah Umum dengen tema “Temukan Bakat dan Potensi Terbaik Anda Melalui ‘’Talents Mapping” bersama drh. Djajadi Gunawan, MPH. Kamis (21/11).

Sebelum materi dilanjutkan, Kaharuddin, SP., MP selaku ketua jurusan pertanian mewakili Direktur Polbangtan Gowa memberikan arahan kepada mahasiswa tentang pentingnya menemukan bakat dan potensi terbaik yang mereka miliki. Sehingga tidak salah langkah dan arah dalam menentukan dan melakukan sesuatu untuk masa depannya. Olehnya itu, mahasiswa diharapkan aktif dalam mengikuti materi terkait Talents Mapping.

Pada kuliah umum ini Djajadi menggunakan ragam pendekatan guna melihat bakat dan kemampuan mahasiswa Polbangtan Gowa sehingga memudahkan mereka dalam memetakan potensi besar dalam diri mereka. Alumni Mahidol University, Thailand ini berucap “Setiap orang berhak mencapai kesuksesan serta menentukan masa depannya. Khusus bagi generasi milenial, banyak hal positif yang dapat dilakukan untuk mencapai kesuksesan, namun tak sedikit milenial yang bingung ingin menjadi apa di masa depan. Itulah pentingnya talents mapping diterapkan,” ujar Djajadi.

Mengenali bakat dan potensi diri sangatlah diperlukan, dengan Talents Mapping ini, lanjut Djajadi diharapkan orang tak lagi fokus dengan kelemahannya dan cara mengatasinya, melainkan lebih melihat kepada kekuatan di dalam diri masing-masing. Usaha untuk mengenali bakat dan potensi diri amat perlu dilakukan. Menurut Djajadi dalam menentukan bakat milenial harus menggali bakat fisik dan bakat sifat. Konon bakat fisik hanya dimiliki orang tertentu saja, padahal bakat ini ada dalam diri siapapun. Sedangkan bakat sifat merupakan bakat yang ada di dalam diri semua orang.

“Jika milenial bingung bakat apa yang mereka punya, mereka hanya cukup melihat ke dalam diri mereka dan bertanya bakat mana yang belum mereka punya. Karena sejatinya semua orang punya bakat, bedanya beberapa belum menemukan bakat mereka. Fokus pada kekuatan siasati keterbatasan,”tutupnya. (MUZ).

Berita Terkait