Milenial Tanah Air Bangun Masjid ke Sejumlah Kawasan Dampak Bencana di Palu

Peletakan Batu Pertama pembangunan masjid di lokasi bencana palu

Terkini.id,Makassar – Sederetan bencana terjadi pada 2018 lalu, mengundang keprihatinan bersama, salah satunya adalah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi, Donggala di Sulawesi Tengah.

Bencana ini tak hanya korban jiwa dan luka-luka, sarana prasarana serta hunian masyarakat turut hancur dalam peristiwa tersebut. Sejumlah masjid sebagai pusat ibadah dan pengembangan peradaban masyarakat, turut rusak.

Salah satu keprihatinan hadir dari kaum milenial di negeri ini. Bahkan peristiwa tersebut menggugah musisi tanah air turut berbuat bagi sesama.

Kali ini ada V1MAST dan Enau yang bersinergi dengan Dompet Dhuafa, mengajak generasi milenial bersama-sama membangun kembali masjid yang rusak. Tercatat sebanyak 40% masjid mengalami rusak berat.

Melalui program Milenial Bangun Masjid keprihatinan dan kepedulian hadir untuk masyarakat Palu dan sekitarnya.

Diketahui jika program ini sudah berjalan sejak Ramadan lalu, dan Alhamdulillah, 10 September kemarin diakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan kembali masjid di kawasan Pondok Tahfidz Quran As Syakuur, yang berada di Jl. Lagarutu II, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah.

“Terharu sekali, tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata atas perkembangan program ini,” Vizha K Mahasa.

“Bahkan sudah sampai di tahap peletakan batu pertama, Masyaa Allah, yang awalnya hanya dari lagu yang V1MAST tulis. Ini bukti nyata kalau milenial bersatu dan hal baik bisa terjadi,” ujarnya.

Masjid ini juga akan jadi ‘Membaca Pertanda’ menanam benih muda mencapai surga, dan untuk saya personal, bisa jadi contoh untuk keturunan kelak. Semoga semakin banyak yang kontribusi di program Milenial Bangun Masjid, sampai masjidnya berdiri megah seutuhnya.

Mohon maaf tidak ikut di lokasi saat peletakan batu pertama, doa mengiringi dari Perth, Australia. Karena saat ini V1MAST sedang menjalani tur dan konser di dua benua untuk memperkenalkan musik Indonesia di Australia dan Eropa.

“Terima kasih sekali lagi, untuk Dompet Dhuafa, Enau, Roby, dan pastinya milenial yang berkontribusi membuat mimpi kami jadi kenyataan,” ucap Viza K. Mahasa, salah satu punggawa V1mast.

Senada dengan Direktur Dakwah Layanan Masyarakat Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, yang hadir langsung dalam peletakan batu pertama, mengucap syukur atas sinergi dari insan milenial untuk membangun kembali rumah-rumah Allah yang rusak karena bencana.

“Ini sebuah bukti nyata, bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi dan bersinergi untuk kebaikan,” terangnya.

Alhamdulillah kata dia di sini, di Ponpes As Syakuur, menjadi salah satu bukti nyata peran generasi milenial untuk membangun masjid yang rusak karena bencana.

“Semoga kebaikan dalam program Milenial Bangun Masjid terus bergulir, menghimpun kebaikan dalam membangun lebih banyak lagi rumah Allah SWT. Bismillah, masjid ini menjadi titik awal untuk kepedulian dan kebaikan-kebaikan selanjutnya,” jelasnya.

Viza salah satu punggawa V1mast mengaku dirinya kepikiran setelah  menghadiri acara Jakarta Humanity Festival Dompet Dhuafa di Loop Station, Bulungan, awal tahun lalu. Kesedihan Viza akan hasil dokumentasi di lapangan yang diambil oleh tim Dompet Dhuafa menginspirasi lahirnya lagu “Membaca Petanda” yang dinyanyikan bersama Enau.

“Program Milenial Bangun Masjid dalam perencanaannya akan bergulir hingga akhir Desember 2019. Masjid-masjid yang menjadi prioritas target program tersebut adalah masjid yang biasanya dipakai untuk salat Jumat, pengajian-pengajian, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya dengan potensi jamaah yang banyak, namun sekarang rusak dan tidak dapat digunakan,” pungkasnya.

Melalui lagu tersebut, V1mast bersama Enau ingin menyuarakan bahwa Allah SWT telah memberikan banyak pertanda di dalam Al Quran, namun manusianya saja yang tidak peka. V1mast beserta Enau berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa untuk menyuarakan gerakan #MilenialBangunMasjid.

“Harapannya, gerakan ini dapat menghidupkan kembali semangat gotong royong kaum milenial,” lanjutnya.

Selain itu, dalam sinergi kebaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan terhadap Indonesia di kalangan anak muda dan terus menumbuhkan jiwa sosial milenial Indonesia.

“Dengan dibangunnya kembali masjid di daerah pasca bencana, dapat menjadikan landmark baru yang kaya budaya, sekaligus memberikan pengalaman wisata religi di kawasan terdampak bencana, seusai peristiwa tersebut berlalu,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini