Minim APD, Simak Cuitan Pasien Positif Corona Prof Idrus dari Ruang Isolasi

Idrus Paturusi
Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi. (Foto: Tempo)

Terkini.id, Makassar – Pasien terkonfirmasi virus Corona, baik pasien ADP, PDP maupun positif terus mengalami peningkatan. Selain itu, juga ada yang meninggal dan sembuh.

Kondisi itu pulalah yang membuat para petugas medis di rumah sakit rujukan banyak yang mengaku kewalahan dengan terus bertambahnya pasien. Apalagi diikuti dengan beberapa problem klasik terkait kelengkapan dan fasilitas yang tak memadai dan tak cukup.

Salah satunya kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) yang dikeluhkan tenaga medis di sejumlah rumah sakit tanpa terkecuali di kota Makassar.

Prof Idrus Paturusi Mantan Rektor Unhas Makassar yang Positif Corona sedikit bercerita terkait kurangnya APD di rumah sakit tempatnya dirawat. Bahkan Komisaris Semen Tonasa ini juga menceritakan pengalaman perawat yang merawatnya di ruang isolasi. Berikut kisahnya:

“Ass ww, Alhamdulillah Rabbil Alamin di hari ke 6 di ruang isolasi saya sekali lagi mengungkapkan terima kasih atas doa seluruh sahabat, kerabat sejawat dan masyarakat yang telah berdoa untuk kita semua utamanya untuk adik-adik dan anak-anakku relawan yang bertugas di front line. Semoga wabah yang kita hadapi ini bisa selesai,” tulis guru besar Unversitas Hasanuddin ini.

Menarik untuk Anda:

Ia juga mengaku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi andaikan kita sekalian tidak dapat mengatasinya.

Contoh simple tadi malam waktu lepas jaga malam perawat, mereka menyampaikan bahwa maaf Prof petugas malam ini tidak ada oleh karena APDnya tidak ada, tapi mereka akan jaga di luar, namun seandainya ada pasien yang gawat tentu akan sulit dan tentu sangat berbahaya bagi mereka mendekati pasien tanpa APD.

Minim APD, Simak Cuitan Pasien Positif Corona Prof Idrus Paturusi dari Ruang Isolasi

“Alhamdulillah dengan susah payah pimpinan RS dapat mengatasinya dan mereka baru bisa masuk bertugas pd pukul 21.30 WITA. Gambaran ini memberi warning betapa sulitnya keadaan seandainya kasus semakin bertambah, bagaimana mengatasinya utamanya bagaimana melindungi mereka yang bertugas,” ujar Idris dalam status yang ditulisnya di laman media sosialnya.

Menurut dia, dengan kondisi seperti ini wajib untuk kita semua masyarakat dan pemerintah untuk bahu membahu mencari jalan keluarnya.

“Mohon dengan sangat untuk perhatian kita semua, pemerintah dan masyarakat untuk benar-benar serius menghadapi masalah ini. Inshaa Allah badai akan berlaku,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kenakan Biaya Tambal Ban Rp 600 Ribu ke Pelanggan, Ini Pengakuan Pemilik Bengkel

Cerita Pilu Kakek Ingin Beli Ayam Goreng untuk Cucunya Tapi Uang Tak Cukup

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar