Demi Tolong Warga Miskin, Dokter Ini Rela Dibayar Seribu Rupiah

Miskin
Dokter Soedanto rela dibayar seribu rupiah demi tolong warga miskin. (Foto: Facebook)

Terkini.id, Jakarta – Banyak yang beranggapan bahwa ‘orang miskin dilarang sakit.’ Pendapat tersebut sangatlah menempel di benak kita karena biaya pengobatan yang semakin mahal.

Namun, anggapan itu tak berlaku bagi seorang dokter yang mengabdi di tanah Papua, Fransiskus Xaverius (FX) Soedanto.

Pasalnya, demi menolong warga miskin di Papua, dokter ini hanya mengenakan tarif Rp 1.000 per pasien untuk berobat kepadanya.

Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu, 7 Maret 2020, FX Soedanto merupakan seorang dokter di rumah sakit di Abepura, Jayapura, Papua.

Ia pun menjadi dikenal masyarakat setempat lantaran dengan sukarela melayani pasiennya hanya dengan tarif seribu rupiah.

Baca juga:

FX Soedanto bahkan menerima pasien yang hanya memberikan ucapan terima kasih sebagai balasan. Karena kemurahan hatinya, ia juga dikenal dengan sebutan ‘Dokter Seribu’.

Lantaran pengabdiannya terhadap warga miskin di tanah Papua, Soedanto menerima penghargaan dari salah satu media televisi swasta di Indonesia.

Saat diwawancarai Liputan 6 pada 2013 silam, Soedanto mengatakan bahwa kesehatan adalah hak semua orang.

“Semua pasien berhak dilayani dan tidak terbatas hanya bagi orang yang bisa membayar,” ujarnya.

Hal itu ia lakukan dengan tujuan untuk menciptakan kesamaan derajat antara semua orang.

“Saya hanya ingin menciptakan kesamaan. Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, makanya saya hanya menerima bayaran jika ada yang berobat itu Rp 1.000 saja,” ujar Soedanto.

Selama bekerja di Rumah Sakit Abepure Jayapura, Soedanto mengatakan sangat banyak kenangan yang mendorong dirinya untuk selalu mengabdi sebagai dokter di Papua.

“Banyak hal yang telah saya lewati. 40 tahun sebagai dokter disana bukan waktu yang sebentar. Namun saya akan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja masyarakat di Papua yang membutuhkan bantuan saya,” ungkapnya.

Tiap harinya, pria asal Kebumen, Jawa Tengah ini mengaku melayani pasien sebanyak 200 orang, kecuali hari libur yakni Minggu.

Komentar

Rekomendasi

Dukung Pengembangan Objek Wisata Mangrove Lantebung, Yusran: Kita Ajak Dunia Perbankan

Fachrul Razi: New Normal, Rumah Ibadah Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

Hanya Andalkan Satu Tangan, Kakek Penjual Balon Ini Tetap Semangat Mengais Rejeki

Wah Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 Tembus Angka Tujuh Ribuan

Berikut Surat Edaran Kemenag Soal Aturan Kegiatan di Rumah Ibadah Jelang New Normal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar