Di tengah keresahan masyarakat terkait turunnya tim detektor untuk tracking warga kota Makassar, ternyata selama empat hari tim detektor berhasil mendata banyaknya warga dengan
Prof Idrus Paturusi, mantan rektor Universitas Hasanuddin dua periode, ikut menjadi di antara puluhan pasien positif COVID-19 di Sulawesi Selatan.Idrus yang dikenal sebagai dokter spesialis bedah tulang serta pejuang kemanusiaan dari Makassar, mengungkapkan awal mula dia tahu tertular virus tersebut.Hal itu dia ungkapkan saat rapat via aplikasi Zoom dan berbagi tentang kondisinya dengan para Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jumat 27 Maret 2020.Melansir situs resmi MUI, dari atas tempat tidur di salah satu ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin di Makassar, melalui aplikasi Zoom, Idrus menyampaikan bahwa physical distancing (sebelumnya disebut social distancing) adalah hal sangat penting.Sebab, berdasarkan pengalaman pribadinya, dokter Idrus terkena Covid-19 juga karena berjabat tangan dengan salah satu carier covid-19.“Kenapa saya bisa kena? Ternyata pada tanggal 13, saya periksa tanggal 24, saya bersalaman dengan seorang teman yang sekarang juga ada di rumah sakit karena positif covid-19