Terkini – Muhammad Abu Al-Qumsan, seorang ayah, lelaki yang mengungsi dari Jalur Gaza utara ke Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah, mengalami tragedi yang pilu.
Saat dia berusaha mendapatkan akta kelahiran untuk putra dan putrinya yang baru lahir empat hari lalu, Israel melancarkan serangan udara yang brutal.
Serangan tersebut merenggut nyawa kedua anaknya, istrinya, dan ibunya, meninggalkan Muhammad dalam kesedihan mendalam.

Serangan ini kembali menunjukkan kebiadaban dan kekejaman Zionis Israel terhadap warga sipil Palestina, terutama mereka yang tidak bersalah dan hanya berusaha melanjutkan hidup di tengah konflik yang tiada henti.
Tragedi yang menimpa Muhammad adalah satu dari sekian banyak kisah pilu yang terjadi di Gaza, di mana keluarga-keluarga kehilangan orang-orang tercinta akibat tindakan militer yang tidak manusiawi.

- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
- Amran Sulaiman, Menteri yang Mematahkan Mitos
- Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Imam Kelurahan Harus Transparan dan Berbasis Kompetensi
- Dorong UMKM untuk Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
- SETARA Institute: Makassar Jadi Salah Satu Kota Paling Toleran di Indonesia
Fotografer Abdullah Al-Attar berhasil mengabadikan momen duka ini, menampilkan kesedihan yang tak terlukiskan di wajah Muhammad, yang kini harus menanggung beban kehilangan keluarga tercintanya. Dunia internasional terus menyerukan penghentian kekerasan ini, namun hingga kini, serangan-serangan brutal masih terus berlanjut tanpa tanda-tanda berakhir.
Penulis: PPL Mahasiswa Komunikasi Unismuh (A.Nurul Fatimah Azzahra)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
