Terkini.id, Jakarta – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban meminta Pemerintah untuk hati-hati jika ingin melakukan relaksasi PPKM Darurat.
“Relaksasi PPKM darurat harus dihitung betul. Jangan terlalu dini,” katanya melalui akun ProfesorZubairi pada Kamis, 22 Juli 2021.
Zubairi mengingatkan bahwa jika Pemerintah sampai salah langkah dalam relaksasi, maka Indonesia berisiko ke jadi seperti Sisyphus.
Dilansir dari Indozone, kisah Sisyphus adalah sebuah mitologi Yunani yang menceritakan bagaimana seorang bernama Sisyphus dikutuk oleh Dewa Zeus.
Sisyphus dikutuk untuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia, yakni mendorong bongkahan batu besar ke puncak gunung.
- Terungkap! Video Luhut Perintah Kabareskrim Soal Kasus Brigadir J, Jubir: Tidak Sesuai Konteks Itu!
- Ini Respons Pengusaha Usai Jokowi Umumkan Perpanjangan PPKM Level 4
- Soal PPKM Darurat yang Semi Lockdown, Jokowi: Itu Saja Masyarakat Menjerit
- Kapan Corona Selesai? Jokowi: Bukan untuk Menakuti, WHO Juga Belum Bisa Prediksi
- PPKM Level IV, Wali Kota Makassar Izinkan Warung Makan Buka Sampai Pukul 10 Malam, Ini Syaratnya
Namun, begitu dia mencapai puncak bukit, batu besar itu akan berguling dan Sisyphus harus mendorongnya kembali.
Hal itu pulalah yang dijelaskan oleh Profesor Zubairi Djoerban terkait relaksasi PPKM Darutat.
Jangan sampai PPKM yang telah dilakukan sebelumnya menjadi sia-sia karena terlalu cepat melakukan relaksasi hingga akhirnya PPKM Darurat harus dilakukan terus-menerus.
“Jika salah langkah, kita berisiko menjadi Sisyphus, yang mengulangi tugasnya sia-sia: mendorong batu ke puncak, hanya untuk menggelinding ke bawah kembali. Dorong lagi. Jatuh lagi. Begitu terus. Jangan sampai,” jelas Zubairi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan memang menyinggung soal relaksasi PPKM.
Luhut menekankan bahwa Pemerintah akan akan melakukan relaksasi PPKM secara bertahap apabila situasi membaik.
“Pada tanggal 26 Juli 2021 akan dilakukan relaksasi dan pembukaan bertahap di beberapa daerah apabila menunjukkan perbaikan dari semua sisi, terutama penurunan kasus dan indikator-indikator sesuai dengan acuan dari WHO (World Health Organization),” kata Luhut pada Rabu, 21 Juli 2021, dilansir dari Kompas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
