Terkini.id, Jakarta – Prof Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 menyebutkan bahwa Provinsi Banten dan DKI Jakarta merupakan dua wilayah di pulau Jawa yang paling ‘bandel’ dalam mematuhi protokol kesehatan.
Melansir Kabar Besuki, Gugus tugas Covid-19 mengatakan bahwa pelonggaran pengetatan yang terjadi saat ini mengakibatkan banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan.
Adisastimo mengatakan bahwa ada sekitar 26 persen Desa dan Kecamatan di Indonesia memiliki tingkat kepatuhan yang rendah dalam waktu seminggu terakhir.
Hal tersebut disampaikan oleh Jubir Satgas Covid melalui siaran di Youtube Sekretariat Presiden.
“Relaksasi disalahartikan sebagai keadaan aman sehingga protokol kesehatan dilupakan,” ucap Jubir tersebut dikutip dari Kabar Besuki oleh terkini.id, pada Kamis, 22 Juli 2021.
- Buntut Kasus Suap Mafia Tanah Rp 15 Miliar, Kantor ATR/BPN Lebak Digeledah Penyidik Kejati Banten
- Seorang Pria Mengaku Sebagai Dewa Matahari, Muhammadiyah: Tidak Masuk Akal
- Pria di Banten Diduga Sebarkan Ajaran Dewa Matahari, Warga Dilarang Sholat
- Retakan Tanah di Lebak, BPBD: Kemungkinan Retakan Akan Melintang
- Dari Banten Hingga Kalimantan Utara, Penonton Berebut Foto Dengan Anies di Sirkuit Formula E Jakarta
Ia pun menyebutkan bahwa Desa dan Kelurahan yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan paling banyak kedua, terdapat di Provinsi Banten dengan kisaran 28.57 persen.
Adapun bagi Desa dan Kelurahan yang paling banyak tidak mematuhi protokol kesehatan dengan kisaran 48,26 persen yaitu Provinsi DKI Jakarta.
Bahkan, dikatakan bahwa hampir setengan kelurahan yang berada di Provinsi DKI Jakarta tidak mematuhi protokol kesehatan dalam menjaga jarak.
Jubir tersebut mengatakan bahwa harus ada pengawasan dan tindakan yang super ketat untuk menjaga kepatuhan di dua wilayah tersebut.
Ia pun mengatakan bahwa perlu pertimbangan yang berat untuk melakukan relaksasi di dua provinsi tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
