Minyak Goreng Langka Hingga Timbulkan Panic Buying, Denny Siregar: Sebenarnya Apa Sih yang Terjadi?

Minyak Goreng Langka Hingga Timbulkan Panic Buying, Denny Siregar: Sebenarnya Apa Sih yang Terjadi?

R
Maya Sari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta –  Minyak goreng langka akhir-akhir ini menjadi topik hangat yang terjadi di masyarakat.

Kelangkaan minyak goreng yang terjadi menimbulkan efek panic buying hingga menyebabkan masyarakat rela antri berjam-jam demi mendapatkan satu liter minyak goreng.

Maraknya topik terkait minyak goreng langka, membuat penggiat media sosial, Denny Siregar membahas terkait topik tersebut.

“Saya mau menjelaskan dengan bahasa sederhana tentang fenomena langkanya minyak goreng. Tapi sempat bingung mau mulai dari mana ya?” ujar Denny dalam kanal Youtube CokroTV, seperti dilihat pada Senin, 14 Maret 2022. 

“Karena kalau kita bicara minyak goreng, kita harus memisahkan dulu yang mana pengusaha sawit, yang mana pengusaha minyak goreng, mana yang distributor, mana pedagang kecil, sampai budaya panik di masyarakat kita,” lanjutnya.

Baca Juga

Denny Siregar menjelaskan alasan dibalik fenomena minyak goreng langka di Indonesia.

“Beberapa bulan belakangan ini terjadi krisis energi di beberapa dunia termasuk di Cina, Kita tahulah ya penduduk Cina itu miliaran jumlahnya, jadi ketika mereka krisis energi, mereka tidak bisa mengandalkan solusinya hanya dari dalam negeri karena pasti tidak akan cukup,” papar Denny.

“Mereka biasanya membeli pasokan-posokan dari banyak negara, nah salah satu solusi dari krisis energi banyak negara termasuk di Cina adalah sawit,” lanjutnya.

“Jangan salah ya, sawit itu bukan hanya buat minyak goreng saja, tapi juga bisa buat bio diesel. Inilah permasalahan awal dari langkanya minyak goreng di Indonesia,” tutur Denny.

Diketahui bahwa para pemilik kebun sawit di Indonesia lebih suka mengekspor hasil sawitnya ke luar negeri karena hasil jualnya berupa pecahan US Dollar.

“Dampak negatifnya adalah perusahaan minyak goreng kita kekurangan pasokan sawit sebagai bahan utama minyak goreng,” Denny menambahkan.

Sebenarnya pemerintah telah menetapkan regulasi dengan konsep DMO (Domestic Market Obligation).

Perusahaan boleh mengekspor 80 persen hasil sawitnya ke luar negeri dan sisanya 20 persen wajib untuk di dalam negeri.

Namun nyatanya dalam praktiknya banyak perusahaan sawit yang nakal sehingga mengurangi jatah sawit untuk dalam negeri.

Denny Siregar menjelaskan fenomena kelangkaan minyak goreng ini terjadi karena adanya distributor-distributor minyak goreng yang bermain di isu kelangkaan ini.

Distributor menimbun banyak minyak goreng supaya harganya bisa naik dan menyebabkan minyak goreng menjadi langka.

Dalam video tersebut, Denny menyebutkan bahwa sebenarnya minyak goreng itu tidak langka. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

“Jadi sebenarnya, apa sih yang terjadi,” tanya Denny dalam video tersebut.

“Yang terjadi adalah sebenarnya minyak goreng itu tidak langka. Yang langka adalah minyak goreng yang murah yang diburu banyak orang untuk ditimbun dan dijual lagi dengan harga agak mahal supaya pedagang-pedagang itu mendapatkan cuan,” papar Denny Siregar dibalik fenomena minyak goreng langka.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.